Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Yang Tampak pada Manusia Ahli Surga, Padahal Ia Ahli Neraka

0 104

Diriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad As-Sa’idi, bahwa Rasulullah bertemu dengan orang-orang musyrik, lalu mereka berperang. Maka ketika beliau kembali ke pasukannya dan mereka kembali ke pasukannya, dan di antara pasukan Rasulullah ada seorang laki-laki yang tidak membiarkan musuh, baik yang bergerombol maupun yang sendirian, kecuali ia mengejarnya untuk ditebas dengan pedangnya.

Maka, mereka berkata, “Tidak seorang pun di antara kita yang (hebat) seperti fulan pada hari ini.”

Rasulullah berkata, “Adapun ia termasuk ahli neraka.”

Lalu seseorang berkata, “Aku akan menemaninya.”

Kemudian orang tersebut keluar bersama si fulan ke mana pun ia pergi, ia terus bersamanya. Apabila si fulan bergerak cepat, ia pun ikut bergerak cepat bersamanya.

Kemudian si fulan terluka dengan luka yang sangat parah. Ia pun ingin segera mati maka ia meletakkan mata pedangnya di tanah dan ujungnya yang tajam di dadanya, kemudian ia menekannya ke dirinya sehingga ia membunuh dirinya sendiri.

Lalu orang (yang menemaninya) tersebut pergi menemui Rasulullah ia kemudian berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau Rasul Allah.’

Beliau berkata, “Ada apa denganmu?”

Orang tersebut menjawab, “Laki-laki yang engkau sebutkan tadi bahwa ia dari ahli neraka, lalu orang-orang menganggapnya agung. Maka aku berkata, `Aku menjadi jaminannya untuk kalian.’ Aku kemudian pergi untuk mencari si fulan tersebut. Ternyata si fulan terluka parah, ]alu ia ingin segera mati. Ia letakkan mata pedangnya di tanah dan ujungnya yang tajam di dadanya. Lantas ia hujamkan ke dirinya hingga membunuh dirinya sendiri.”

Kemudian Rasulullah bersabda ketika itu, “Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan perbuatan ahli surga yang tampak dalam pandangan manusia, padahal sebenarnya ia termasuk ahli neraka. Dan sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan perbuatan ahli neraka yang tampak di pandangan manusia, padahal ia termasuk ahli surga.” (HR. Al-BukHri: 4203, AI-Fath: 7/598) []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline