Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Yang Pertama Kali Melakukan Banyak Hal

0

Nabi Muhammad Shalallahu ’alaihi Wasallam begitu memujinya. Dia meraih kemanangan sebab bersikap tegas terhadap kaum Yahudi dan kaum munafik di Madinah.

Dia menjadi perintis, pembuka jalan, dan pendorong kaum muslimin dalam menyatakan keislaman secara terang-terangan. Siapakah gerangan?

BACA JUGA: Al-Hujuraat Ayat 13 dalam Pemerintahan Umar bin Khattab (Bagian 1)

Ialah Umar bin Khattab.

Sejarah mencatat, Umar adalah orang yang terbanyak melakukan hal-hal pertama kali:

1. Mendirikan Baitul Mal (tempat penyimpanan harta negara)

2. Menulis tahun Hijriah

3. Menyunahkah shalat tarawih berjamaah di masjid

4. Melakukan pengawasan pada malam hari atau yang saat ini dikenal dengan nama meronda

5. Menghukum perbuatan mencaci maki

6. Menghukum dera delapan puluh kali peminum arak

7. Yang mengharamkan kawin mut’ah

8. Melarang menjual budak wanita yang mempunyai anak

BACA JUGA: Umar bin Khattab: Bagaimana Allah Memperlakukanmu?

9. Mengumpulkan orang-orang untuk shalat jenazah

10. Memperluas kekuasaan wilayah, baik Persia, Irak, Syam maupun Mesir

11. Mengirim bahan makanan melalui Laut Merah dari Mesir ke Madinah

12. Menetapkan pembagian harta warisan

13. Menetapkan zakat ternak kuda

14. Menetapkan hakim-hakim di daerah

15. Dijuluki Amirul Mukminin

15. Menyediakan gudang berisi gandum bagi orang-orang kehabisan makanan

16. Memperluas masjid Nabawi dan tanahnya ditaburi kerikil

16. Menciptakan uang logam

17. Menggunakan pos untuk pengiriman surat-surat

18. Mengangkat pejabat yang mengawasi harga-harga dan yang mengatur tata tertib

19. Membuat parit dan jembatan

BACA JUGA: Kelembutan Hati Umar bin Khattab

20. Mengirimkan pasukan penjaga di tempat-tempat strategis. Yang diberi nama Alajnad

21. Mengangkat pejabat khusus untuk memantau berita-berita.

Itulah prestasi yang telah diukir oleh Umar bin Khattab.  []

Oleh: Nida Nur Fadillah

Sumber: 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Syurga Beserta Calon-calom Penghuni Surga/Karya: Ust. Fairuz Masduqi/Penerbit: Terbit Terang Surabaya/2001

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline