Picture: Freepik

Yang Aku Bawa Lebih Baik daripada Ini

Suwaid bin Shamit adalah seorang penyair yang cerdas, ia dijuluki al-Kamil (orang yang sempurna) oleh kaumnya. Ia adalah salah seorang penduduk Yastrib, ia diberikan julukan tersebut yakni karena warna kulitnya, keindahan syair ciptaannya, kebangsawanan dan nasabnya.

Suatu hari ia dating ke Mekah untuk melaksanakan thawaf. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajaknya masuk Islam. Ia berkata pada Rasulullah, “Sepertinya apa yang ada padamu sama dengan apa yang ada padaku.”

Lalu Rasulullah bertanya padanya, “Apa yang ada padamu?”

Ia lantas menjawab, “Hikmah Luqman.”

Beliau berkata, “Bacakan padaku.”

Ia pun mulai membacakannya pada Rasulullah. Kemudian Rasulullah berkata, “Sesungguhnya ucapan ini memang indah, akan tetapi apa yang aku bawa lebih baik daripada ini. Ialah Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah padaku, ia adalah petunjuk dan cahaya.”

Kemudian Rasulullah pun mulai membacakan ayat-ayat Al-Qur’an padanya lalu mengajaknya memeluk Islam. Setelah mendengarnya, Suwaid pun menerima kebenaran Al-Qur’an dan akhirnya ia memeluk Islam.

Ia menambahkan, “Sesungguhnya ini memang benar lebih indah.” Masuk Islamnya Suwaid terjadi pada permulaan tahun 11 kenabian. []

 

Sumber: Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri. Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Nabawiyah Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad, Dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir. Jakarta: Darul Haq.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline