Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ya Rasulullah, Apakah Arti Kurban Ini?

Hari Raya Qurban adalah sunah Ibrahim as. dan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam. Allah mensyariatkan kepada Ibrahim as. menebus anaknya yang diperintah disembelih dengan hewan kurban.

Dari Zaid bin Arqam, seseorang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah arti kurban ini?”

BACA JUGA: Masa Kecil Nabi Ibrahim

Beliau menjawab, “Ini sunah Ibrahim as.”

Beliau ditanya lagi, “Mengapa kita harus melakukannya?”

Beliau menjawab, “Pada setiap bulunya terdapat kebaikan.” (Ibnu Majah).

Pelaksanaan shalat dan penyembelihan kurban yang dilaksanakan sekaligus pada hari Qurban lebih utama daripada shalat dan shadakah yang dilakukan pada hari Idul fitri. Karena itu, karunia Al-Kautsar kepada Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam disyukuri dengan melakukan shalat dan menyembelih kurban.

Dikatakan kepada beliau agar mengucapkan, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam.” (Al-An’aam [6]: 162).

Karena itu, ada perintah agar membaca ayat ini saat menyembelih hewan kurban.

Anas ra. berkata, “Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam telah mengurbankan dua ekor kambing yang berbulu hitam dan putih. Aku melihat beliau meletakkan kedua kaki beliau di atas tengkuk kedua ekor kambing tersebut, kemudian membaca basmalah dan takbir, lalu menyembelih kedua kambing tersebut dengan tangan beliau. Lalu, menyembelih kedua kambing tersebut dengan tangan beliau sendiri.” (Bukhari, Muslim).

Dari Aisyah ra., Nabi Shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tiada amalan yang dilakukan seorang hamba pada hari Nahr yang lebih disukai Allah daripada amalan menyembelih hewan, karena sesungguhnya ia merupakan hak kita pada hari kiamat dengan tanduk-tanduk, kuku-kuku, dan bulu-bulunya. Sesungguhnya darah itu ditumpahkan di suatu tempat yang diketahui Allah sebelum darah tersebut tumpah di atas bumi, maka dengannya dibersihkan jiwa manusia tersebut.” (Tirmidzi)

BACA JUGA: Kisah Penyembelihan Ismail: Dialog Sebelum Penyembelihan (Bagian 2 Habis)

Qadhi Iyyad berkata, “Yang dimaksud dengan turunnya para malaikat ke bumi atau langit adalah dengan benda apa pun yang turun bersama mereka dalam bentuk rahmat dan kebanggaan terhadap mereka dikarenakan ketaatan mereka kepada perintah Allah.” []

Sumber: 12 Bulan Mulia – Amalan Sepanjang Tahun/Karya: Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny/Penerbit: Kalil

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline