Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ya Humairah…

Dialah wanita cantik dengan pipi kemerah-merahan. Menjadi wanita mulia yang sangat dicintai oleh Nabi SAW.

Suatu hari Orang-orang Habsyah pernah masuk Masjid dan bermain-main di sana. Rasulullah, lalu berkata kepada Aisyah, “Ya Humairah, (panggilan sayang untuk Aisyah, yang artinya pipi yang kemerah-merahan) apakah kau ingin menonton permainan mereka?”

Aisyah menjawab, “Ya.”

Rasulullah lantas berdiri di depan pintu, Aisyah meletakkan dagunya di pundak beliau dan wajahnya disandarkan ke pipi beliau.

Itu salah satu keromantisan Rasulullah, Rasulullah menggunakan panggilan sayag untuk memangggil istrinya.

Bukti lain yang menunjukan keromatisan Rasulullah adalah ketika tetangganya yang beretnis Persia dan pandai memasak, membuat masakan yang spesial untuk beliau, lalu mengundang beliau. Beliau bertanya, “Apakah boleh aku mengajak istriku ini? Sembari beliau menunjuk Aisyah.”

Orang Persia tersebut menjawab, “Tidak wahai Rasulullah.”

Rasulullah menjawab, “Kalau begitu tidak usah saja.”

Suatu hari orang Persia tersebut datang lagi dan kembali mengundang Rasulullah. Beliau kembali bertanya, “Apakah boleh aku mengajak istriku ini? Sembari beliau menunjuk Aisyah.”

Read More

Kisah Ummu Dzar, Tanda Bakti Istri terhadap Suami

Orang tersebut menjawab, “Tidak wahai Rasulullah.”

Rasulullah menjawab, “Kalau begitu tidak usah saja.”

Selanjutnya dia datang lagi untuk yang ketiga kalinya. Rasulullah kembali bertanya, “Apakah boleh aku mengajak istriku ini? Sembari beliau menunjuk Aisyah.”

Pada kali ketiga tersebut dia menjawab, “Ya.”

Rasulullah dan Aisyah pun lantas bangkit dan saling berkejaran hingga sampai ke rumah si pengundang.

Bukan hanya itu keromantisan lainnya pun bisa membuat kaum hawa terbawa pesona keromantisan Rasulullah.

Bahkan Rasulullah pernah menelusuri posisi mulut istrinya di gelas sewaktu minum untuk meletakkkan mulutnya di tempat istrinya minum demi menambah kasih sayang hati dan demi menunjukan cinta beliau kepada istrinya.

Diriwayatkan dari Aisyah, “Pernah ketika sedang haidh, aku minum, kemudian aku serahkan minuman itu kepada Nabi, lalu beliau meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulutku saat minum, kemudian beliau minum…” []

Sumber: Aisyah Yang Cerdas Yang Dicintai/ Penulis: Ahmad Ibnu salim Baduwilan/ Penerbit: Irsyad Baitus Salam/ februari, 2012

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline