Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wasiat Umar untuk Para Hakim

Umar membentuk lembaga peradilan yang terdiri dari para hakim-hakim yang adil dan mempunyai kredibilitas tinggi. Dalam hal ini, tidak perlu menyusun undang-undang yang dijadikan rujukan bagi para hakim-hakim dalam mengambil keputusan. Sebab semua itu sudah terdapat dalam Al Qur an dan Sunnah Nabi. Beliau hanya memfokuskan untuk melatih dan mendidik para hakim agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

Beliau pernah menulis surat yang ditujukan kepada salah seorang hakim,

“Jika kamu menghadapi suatu perkara, maka putuskanlah dengan kitab Allah dan janganlah terpengaruh oleh siapapun. Tetapi jika dasar hukumnya tidak ada dalam kitab Allah, maka putuskanlah dengan sunah Rasulullah. Dan jika tidak ada dalam kitab Allah, sunah Rasulullah dan pendapat para ulama, maka kamu dapat memilih antara dua hal , yaitu dengan berijtihad atau menunda keputusan. Akan tetapi menurutku, menunda keputusan itu adalah lebih baik bagimu.”

Read More

Ikutilah Al-Quran dan Jangan Berharap Diikuti oleh Al-Quran

Beliau telah memberikan contoh-contoh kepada para hakim dalam mengambil keputusan dengan berijtihad, diantaranya adalah tidak memotong tangan pencuri pada musim paceklik, dan tidak memotong tangan seorang anak kecil yang mencuri harta majikannya, karena faktor usia atau karena ada hubungan kekerabatan. Sebagaimana beliau menerima dan melaksanakan fatwa Ali ketika ada sepasang suami istri yang membunuh seorang laki-laki. Menghadapi kasus itu, beliau merasa kesulitan untuk menentukan keputusan karena dua orang tidak mungkin dibunuh karena telah membunuh satu orang. Maka, Ali pun berpendapat agar kedua orang itu dibunuh.

Beliau juga mewasiatkan kepada khalifah penggantinya sebagai berikut,

“Lakukanlah lima perkara yang akan menyelamatkan agamamu yaitu; Satu Jika ada dua yang bersengketa datang kepadamu, maka mintalah bukti-bukti yang benar dan sumpah yang meyakinkan. Dua, Dekatilah orang yang lemah agar hatinya lebih mantap dan mau memberikan keterangannya. liga, Berilah perhatian kepada orang asing karena jika kamu tdak memperhatikannya maka ia akan meninggalkan haknya dan kembali kepada keluarganya. Empat, Tebarkanlah senyum kepada semua orang. Lima, dan jika kamu tidak dapat memutuskan perkara-perkara maka damaikanlah pihak-pihak yang bersengketa.” []

Sumber: Kejeniusan Umar/ Penulis: Abbas Mahmud AL Akkad/ Penerbit: Pustaka Azzam, 2002

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline