Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wasiat Terakhir Imam Ahmad bin Hambal

Ketika mejelang kematiannya, Iman Ahmad bin Hambal berwasiat yang mana wasiat tersebut adalah sebagai berikut:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Inilah wasiat Ahmad bin Hambal. Aku mewasiatkan bahwa aku bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Dia telah mengutusnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.

Aku wasiatkan keluarga dan kerabat yang patuh kepadaku untuk ikut menyembah Allah bersama orang-orang yang menyembah-Nya. Aku wasiatkan mereka untuk ikut memuji-Nya bersama orang-orang yang memuji-Nya, dan hendaklah mereka menasihati jamaah kaum muslimin.

Aku wasiatkan bahwa aku telah meridhai Allah Rabbku, Islam agamaku dan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam nabiku. Aku wasiatkan bahwa aku memiliki utang sekitar 50 dinar kepada Abdullah bin Muhammad yang dikenal dengan Buran. Ia adalah orang yang dapat dipercaya. Maka, Insya Allah, uangnya itu dibayar dari hasil rumah ini. Bila utang itu telah ditunaikan, sisanya diberikan kepada putra dan putri Shalih, masing-masing mereka sepuluh dirham. Selain itu, aku wasiatkan agar tiga helai rambut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diletakkan salah satunya di atas lidahku, sedangkan dua yang lain di kedua belah pelupuk mataku.

BACA JUGA: Wasiat Abu Bakar yang Membuat Umar Menangis

Setelah Imam Ahmad menuliskan wasiatnya, ia memanggil seluruh putra-putri kandungnya dan mendoakan mereka. Lima puluh hari sebelum hari itu, ia baru saja dikaruniai seorang bayi laki-laki yang diberi nama Sa’id. Dan waktu itu kakak dari Sa’id, Muhammad, baru dapat berjalan. Imam Ahmad bin Hambal memanggil Muhammad, kemudian didekati putranya itu lalu diciumnya. “Apa yang akan kuperbuat dengan anak ini dalam umurku yang setua ini?” kata Imam Ahmad.

Seseorang yang ikut mendengar ucapan Imam Ahmad menjawab, “Mereka keturunan yang akan menggantikanmu. Mereka akan mendoakanmu.”

Maka Imam Ahmad berkata lagi, “Demikianlah yang kuharapkan terjadi,” seraya mengakhiri ucapannya itu dengan memuji Allah subhaanahu wa ta’ala. []

Sumber: Wasiat2 Akhir Hayat dari Rasulullah/ Penulis: Zuhair Mahmud Al-Humawi/ Gema Insani/ 2003

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline