Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wasiat Rasulullah untuk Abdul Rahman Al-Harits

0

 

Abdul Rahman al Harits at Taimimi pernah berada dalam suatu pasukan yang dikirim Nabi SAW menuju suatu perkampungan Arab. Ketika telah dekat dengan tempat tujuan, Abdul Rahman memacu tunggangannya mendahului teman-temannya. Kedatangannya disambut dengan jeritan dan teriak ketakutan dari penduduk perkampungan itu. Abdul Rahmanpun berkata, “Masuklah Islam, ucapkanlah Laa ilaaha illallaah Muhammadar Rasuulullah, maka kalian akan selamat…”

Merekapun memenuhi anjurannya dan mengucapkan kalimah syahadat. Ketika teman-temannya datang dan mendapati penduduk perkampungan tersebut telah memeluk Islam, mereka marah kepada Abdul Rahman dan memakinya, “Kamu menyebabkan kami tidak memperoleh ghanimah, padahal harta itu hampir telah menjadi milik kami.”

Abdurrahman diam saja tanpa menanggapi kemarahan teman-temannya.

Ketika pasukan kembali ke Madinah dan mereka menceritakan kepada Rasulullah SAW apa yang terjadi, beliau justru memuji sikap yang diambil Abdul Rahman. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menuliskan untukmu satu kebajikan, untuk setiap satu orang yang memeluk Islam dari kalangan mereka.”

Itu karena Abdul Rahman telah menjadi penyebab keislaman mereka. Tentu saja hal itu sangat menggembirakan bagi Abdul Rahman. Kemudian Nabi SAW bersabda lagi, “Aku akan menulis satu surat untukmu, sebagai wasiatku untuk orang-orang yang memimpin umat Islam sepeninggalku.”

Setelah surat itu selesai ditulis oleh juru tulis Nabi SAW, beliau memberikan kepada Abdul Rahman. Beliau juga mewasiatkan kepadanya agar ia membaca doa “Allahumma ajjirnaa minan naar,” tujuh kali setelah shalat subuh dan shalat maghrib, sebelum ia berbicara dengan siapapun. Maka, jika ia meninggal pada hari itu atau malam itu, Allah akan menyelamatkannya dari api neraka.

Setelah Rasulullah wafat, Abdul Rahman membawa surat itu kepada Abu Bakar RA sebagai khalifah. Setelah membacanya, Abu Bakar memberikan sedikit harta dari zakat untuk menunjang kehidupannya, dan mengembalikan suratitu kepada Abdul Rahman. Hal inipun berulang ketika Umar bin Khaththab RA dan Utsman bin Affan RA menjadi khalifah.

Setelah Abdul Rahman wafat pada zaman khalifah Utsman, surat itu disimpan oleh putranya, Muslim bin al Harits at Taimimi. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, ia menulis surat pada amil di tempat tinggalnya agar memberikan bagian zakat kepada Muslim at Taimimi, putra Abdul Rahman tersebut, sebagaimana Nabi SAW telah mewasiatkan agar memberikan kepada ayahnya. []

 

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline