Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wasiat Mu’awiyah kepada Yazid Sebelum Wafat

Di usia senjanya, Mu’awiyah berpesan kepada Yazid, “Anakku! Ketahuilah bahwa perbuatan yang paling kutakuti akan menyebabkan murka Allah adalah apa yang telah kuperbuat demimu!” “Wahai anakku!”

Mu’awiyah kembali berkata, “Suatu kali aku pernah bepergian bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Saat itu, setiap kali beliau membuang hajat dan berwudhu, akulah yang menuangkan air ke tangan beliau. Pada suatu ketika pandangan beliau jatuh ke bajuku yang di bagian pundaknya terbakar. Saat itu beliau berkata, ‘Mu’awiyah, maukah engkau kuberikan sehelai baju?” ‘Mau,’ jawabku. lalu beliau memakaikan ke tubuhku sehelai gamis yang seumur hidupku hanya sekali aku mengenakannya. Baju tersebut sekarang ada padaku. Pada suatu hari aku melihat beliau sedang menggunting rambutnya, lalu aku mengambil bekas guntingan rambut itu, juga potongan kuku beliau. Rambut dan kuku itu kemudian kuletakkan dalam sebuah botol. Bila aku meninggal nanti, mandikanlah aku, dan letakkan rambut dan kuku tersebut di kedua mata, hidung, dan mulutku, kemudian pakaikan gamis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam itu di bagian dalam kafanku! Jika sesuatu dapat bermanfaat, maka tentunya ini semua juga akan bermanfaat.”

Read More

Ini yang Terjadi Tatkala Keempat Putranya Gugur sebagai Syuhada

Di waktu yang lain, Mu’awiyah mengulang pesannya, “Yazid, bila ajalku telah tiba, pilihlah seorang yang cerdas untuk memandikanku, kemudian tengoklah ke dalam lemari, di sana ada sapu tangan yang di dalamnya terdapat sehelai pakaian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, serta beberapa potong rambut dan kuku beliau! Letakkanlah potongan-potongan itu di atas hidung, mulut, telinga, dan kedua mataku, sedangkan baju beliau pakaikanlah di tubuhku di bawah kain kafan! Bila kalian telah menurunkan dan meletakkanku dalam liang kubur, pergilah dan biarkan Mu’awiyah bersama Yang Maha Penyayang di antara para penyayang!” []

Sumber: Wasiat2 Akhir Hayat dari Rasulullah/ Penulis: Zuhair Mahmud Al-Humawi/ Gema Insani/ 2003

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More