Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wanita yang Sabar Ketika Semua Orang Tersayang Meninggalkannya

0

Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji. Di waktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya, “Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain itu pasti karena ia tidak pernah risau dan bersedih hati.”

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, “Apa yang engkau katakan? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati karena risau.”

Abu Hassan bertanya, “Masalah apa yang telah merisaukan dirimu?”

Wanita itu menjawab, “Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing qurban, dan saat aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang pertama berkata pada adiknya, “Hai adikku, maukah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?”

Adiknya menjawab, “Baiklah kalau begitu?”

Lalu disuruh adiknya berbaring dan disembelilah leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancar keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badan anakku hingga seluruh kulit badannya melepuh. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pingsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua.”

Lalu Abul Hassan bertanya, “Bagaimanakah engkau menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu?”

Wanita itu menjawab, “Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka.”

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap musibah dan dugaan dari Allah. Karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi:

“Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya.”

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang.”

Dan sabdanya pula, “Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari bara api neraka.” (Riwayat oleh Imam Majah).

Wallahu ‘alam Bisshawab. []

Sumber: Kisah Hikmah/ Kisah Islam lengkap/ 2017

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline