Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wanita Itu Buta karena Do’a Sa’id bin Zaid

0

Saat pemerintahan Islam dalam tampuk Daulah Umayyah, merebak isu dalam waktu yang lama di lingkungan masyarakat Yatsrib atau Madinah saat itu terhadap Sahabat Rasul Sa’id bin Zaid.

BACA JUGA: Perkataan Qais ibn Saidah di Pasar Ukazh

Seorang wanita bernama Arwa binti Umais menuduh Sa’id bin Zaid talah merampas tanahnya. Wanita tersebut menggemboskan fitnah ke seantero Muslimin, dan mengadukannya kepada Gubernur Madinah Marwan bin Hakam.

Marwan pun mengirim petugas kepada Sa’id perihal sengketa tanah tersebut. Sahabat Rasulullah ini sangat prihatin atas tuduhan tersebut.

“Dia menuduhku menzhaliminya (merampas tanah). Bagaimana mungkin saya menzhaliminya, padahal saya telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang mengambil tanah orang lain walaupun sejengkal, nanti di Hari Kiamat Allah akan memikulkan tujuh lapis bumi kepadanya.’ Ya Allah, dia menuduh saya menzhaliminya.

Seandainya tuduhan itu palsu, butakanlah matanya dan ceburkanlah dia ke sumur yang dipersengketakannya dengan saya. Buktikanlah kepada kaum Muslimin sejelas-jelasnya bahwa tanah itu adalah hak saya dan bahwa saya tidak pernah menzhaliminya,” kata Said.

BACA JUGA: Saat Zaid bin Tsabit Mendapat Tugas dari Abu Bakar

Beberapa waktu kemudian, terjadilah banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Terbukalah tanda batas tanah Sa’id dan tanah Arwa yang mereka perselisihkan. Kaum Muslimin memperoleh bukti, kalau Sa’id lah yang benar.

Sebulan setelah itu, wanita tersebut benar-benar menjadi buta. Ketika dia berjalan meraba-raba di tanah yang dipersengketakannya, dia pun jatuh ke dalam sumur di sana.

Karenanya Ibnu Umar pernah berkata, “Memang ketika kami masih anak-anak –kami mendengar orang berkata—bila mengutuk orang lain, ‘Dibutakan mata kamu seperti Arwa.’”

Dan peristiwa itu tidak terlalu heran, karena Rasulullah pernah bersabda, “Takutlah do’a orang teraniaya. Karena antara dia (orang teraniaya) dengan Allah tidak ada batas.”

BACA JUGA : Butanya Orang yang Bermata Indah

Dan yang pasti, bahwa Sa’id bin Zaid adalah salah satu dari sepuluh sahabat Rasul yang dijamin masuk surga. Dari Abdurrahman bin Auf, dia berkaa, Rasulullah SAW bersabda:

“Abu Bakar di Surga, Umar di surga, Ali di surga, Thalhah (thalhah bin Abdullah) di surga, Az-Zubair (Zubair bin Awwam) di surga, Abdurrahman bin Auf di surha, Sa’ad (Sa’ad bin Abi Waqqas) di surga, Sa’id (Sa’id bin Zaid) di surga, dan Abu Ubaidillah (bin Jarrah) di surga.” (H.R At-Tirmidzi) []

Sumber: 101 Sahabat Nabi, karya Hepi Andi Bastoni

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More