Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wanita Besi

0

“Wahai Ayah, aku tak menemukan seutas tali pun kecuali ikat pinggangku ini,” kata Asma’.

Asma’ adalah putri dari Abu Bakar dan Qutailah binti Abdul Uzza. la telah memeluk Islam sejak masa-masa awal datangnya Islam. Asma’ adalah istri Zubair bin Awwam, seorang pejuang Muslim yang berulang kali mengikuti perang melawan kaum kafir. Asma’ memiliki wajah yang cantik seperti adiknya, Aisyah, cerdas, lincah, dan berhati mulia. Keberaniannya pun tak diragukan lagi, hingga ia disebut wanita besi.

Meski terbiasa hidup berkecukupan lantaran Abu Bakar adalah orang terpandang, Asma’ tidak tumbuh menjadi gadis manja ataupun sombong. Asma’ berperan besar pada saat peristiwa hijrah. Saat itu, Rasulullah saw. dan ayah Asma’, Abu Bakar, bersembunyi dari kaum Quraisy di Gua Tsur. Selama tiga hari, keduanya tidak bisa keluar dari tempat persembunyian untuk menghindari kejarankaum Quraisy.

Sebelum Rasulullah saw. dan Abu Bakar berangkat, bersama bunda Aisyah, Asma’ menyiapkan bekal dalam waktu singkat. Ketika hendak mengikatkan perbekalan itu ke unta masing-masing, Asma’ tidak memiliki tali. “Sobeklah ikat pinggang itu menjadi dua bagian. Satu bagian untuk mengikat makanan dan satu lagi untuk mengikat minuman,” ucap Abu Bakar.

Asma’ melakukan perintah ayahnya. Lantaran peristiwa itu, ia mendapat julukan Dzun Nithaqain yang artinya wanita yang memiliki dua ikat pinggang. Rasulullah berkata, yang artinya: “Semoga Allah menggantikan ikat pinggangmu dengan dua ikat pinggang yang lebih baik dan indah di surga.”

Perbekalan yang dibuatkan oleh Asma’ dan Aisyah sangat bermanfaat. Selain itu, Rasulullah dan Abu Bakar mendapatkan susu kambing segar dari ‘Amir bin Fuhairah. la adalah budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar. Saat pagi, ia gembalakan kambing-kambingnya, lalu ia memerah susu dan diberikannya kepada dua manusia mulia yang bersembunyi di Gua Tsur. Selepas Isya, ia bawa pulang kambing-kambingnya kembali. Begitulah yang ia lakukan selama tiga hari berturut-turut. Jadilah, setiap malam Rasulullah dan Abu Bakar meminum susu kambing yang mereka hangatkan dengan mencelupkan batu yang terpapar sinar matahari.

Tidak lama setelah Rasulullah dan Abu Bakar berhijrah, Asma’ pun menyusul. la menempuh perjalanan dalam kondisi hamil tua. Anak yang dilahirkannya, Abdullah bin Zubair, adalah bayi pertama yang lahir pada masa hijrah. []

Sumber: 77 Cahaya Cinta Madinah/ Ummu Rumaisha/ Al-Qudwah Publishing/ 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline