Picture: freepptbackgrounds.net

Wanita Angkatan Pertama yang Masuk Islam

Ruba’i binti Ma’udz, salah seorang wanita yang termasuk angkatan pertama yang masuk Islam. Telah nampak ketulusan dan kokohnya keimanan Rubai’ tatkala ia berbai’at kepada Rasulullah di bawah naungan sebuah pohon, itulah bai’at yang dikenal dengan nama Bai’atur Ridhwan. Sehingga ia termasuk orang yang sukses mendapatkan keridhaan Allah sebagaimana difirmankan :

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya), serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath Ayat 18-19)

Ruba’i binti Ma’udz termasuk sahabiyat yang langsung dibina oleh Islam dan kemudian turut andil dalam kehidupan Islamiyah. Ia turut andiil dalam peperangan di jalan Allah yang tentunya tetap menjaga batas-batas yang telah disyari’atkan oleh Islam.

Peran sertanya dalam jihad bersama kaum muslimin tidak perlu diragukan lagi, ia bertugas menyiapkan minuman bagi pasukan dan membawa orang yang terluka maupun terbunuh ke Madinah. Ia juga melengkapi kepahlawanan kaum muslimin dengan seluruh apa yang dimilikinya baik berupa motivasi, bekal dan lain-lain. Apabila ia telah mencukupi kebutuhan kaum muslimin, ia pun tak gentar untuk segera naik ke kuda lalu menyerang musuh-musuh Allah dengan anak panah yang diarahkannya ke leher mereka. []

 

Sumber: Mahmud Mahdi al-Istanbuli, Musthafa Abu an-Nashr asy-Syalabi, Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya. Ramadhan 1433 H. Nisaa’ Hauldar Rasul, Shuwaru min Hayati ash-Shahabiyat. Edisi Indonesia, Mereka Adalah Para Shahabiyat. At-Tibyan.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline