Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wahai Paman, Apa yang Akan Disampaikan oleh Nabi Itu?

0

Abu Bakar bercerita tentang dirinya sendiri dan berkata, “Ketika aku sedang duduk di halaman Ka’bah, sementara Zaid ibn ‘Amr ibn Nufail duduk tidak jauh dariku, tiba-tiba datang lbn Abi Al-Shalt seraya berkata, ‘Bagaimana kabarmu pagi hari ini, wahai orang yang mencari kebaikan?’

Zaid menjawab, ‘Baik.’

BACA JUGA: Ini Upayaku Membalas Kebaikannya

‘Apakah kamu telah menemukannya?’ tanya lbn Abi Al-Shalt.

Zaid menjawab, ‘Belum.’

Kemudian lbn Abi Al-Shalt bertanya, ‘Adapun seorang Nabi yang dinanti-nanti ini, berasal dari kaum kami atau dari kaum kalian?’

Aku berkata, ‘Aku belum pernah mendengar sebelumnya tentang seorang nabi yang dinanti-nanti atau diutus. Maka, aku pergi menemui Waraqah ibn Naufal untuk meminta penjelasan darinya. Dia adalah seorang yang banyak mendapat berita dari langit dan memiliki suara hati yang tajam. Lalu aku menceritakan percakapan yang telah aku dengar tadi.’

Waraqahkemudianberkata, ‘Benar, wahaiSaudaraku! Kami adalahahlikitab dan kaum yang berilmu. Ketahuilahbahwasesungguhnyaseorangnabi yang dinanti-nantiituakandatangdarisuku Arab yang paling mulia, sedangkanakusendirimengetahuitentangilmuAl-Nasab/kesukuan, dan kaummuadalahsuku yang paling mulia.’

Aku bertanya, ‘Wahai Paman, apa yang akan disampaikan oleh nabi itu?’

BACA JUGA: Sepotong Roti yang Membuat Timbangan Kebaikannya Berat

‘Dia hanya mengatakan apa yang dikatakan kepadanya. Sesungguhnya dia tidak berbuat zalim dan tidak dizalimi,’ jawabnya.

Ketika Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam diutus, maka aku langsung beriman kepadanya dan membenarkannya.” []

Sumber: 150 Kisah Abu Bakar Al-Shiddiq/Karya: Ahmad Abdul `Al Al-Thahtawi/Penerbit: Mizania

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More