Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Wahai Ayah, Mengapa Engkau Menangis?

0

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Sa’id: Pada suatu hari, Hakim bin Hazm menangis. Kemudian anaknya berkata, “Wahai Ayah, mengapa engkau menangis?”

Hakim bin Hazm menjawab, “Aku menangis atas semua peristiwa yang telah aku lalui. Terutama aku lambat dalam masuk Islam hingga semua orang di negeri ini telah masuk Islam. Aku selamat dari perang Badar dan perang Uhud. Kemudian aku berkata pada diri sendiri, bahwa aku tidak akan keluar dari negeri Mekkah. Dan aku tidak akan ikut perang lagi bersama orang-orang Quraisy. Aku tinggal di Mekkah. Namun Allah belum membuka hatiku untuk masuk Islam. Oleh karena itu, aku memperhatikan semua sikap dan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah. Dan aku mengikuti mereka. (Pada saat itu aku berfikir) Alangkah indahnya jika aku mengikuti mereka. Dan kami akan binasa jika tidak mengikuti sikap nenek moyang kami serta leluhur kami.

Related Posts

Ini yang Terjadi Ketika Pemakaman Sa’ad bin Mu’adz

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan melawan orang-orang Quraisy Mekkah, membuat aku berfikir. Kemudian aku dan Abu Sufyan keluar untuk mencari berita. Abu Sufyan bertemu dengan Abbas. Dengannya dia pergi menemui Nabi Muhammad. Setelah itu, aku pulang dan aku masuk ke rumah. Aku tutup rapat pintu rumahku. Nabi Muhammad masuk ke kota Mekkah. Maka penduduk Mekkah banyak yang masuk Islam. Kemudian aku datang kepada Nabi dan aku mengucapkan dua kalimat syahadat. Setelah itu, aku ikut bersama Nabi dalam perang Hunain.” []

Sumber: Sumber: Tuhan Izinkan Aku Menangis Padamu: 200 Kisah air mata yang menetes karena takut pada Allah/Penulis: Majdi Fathi Sayyid/ Penerbit: Mirqat, 2007

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline