Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Utsman pun Tak Luput dari Siksaan di Awal Keislamannya

Awal masa perjuangan orang-orang yang mengikuti ajaran Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, itu tidaklah mudah. Hinaan, siksaan hingga nyawa yang menjadi taruhan mengancam mereka setiap hari, begitupun dirasakan oleh Utsman bin Affan.

Utsman adalah orang yang banyak berjasa dan selalu berbuat baik kepada kaumnya. Namun, dia tidak luput dari ganggua ketika telah memeluk Islam. Pamannya, Al-Hakam, merasa keberatan jika ‘Utsman, seorang pemuda dari Bani ‘Abd Syams, meninggalkan agama Quraisy. Dia dan para pengikutnya menentang hal itu dengan sangat keras dan kasar.

Akhirnya, dia menangkap dan mengikat ‘Utsman r.a., lalu berkata kepadanya, “Apakah kamu membenci agama para leluhur dan nenek moyangmu sehingga kamu masuk ke agama baru itu? Sungguh, aku tidak akan melepaskanmu sampai kamu melepas agama yang kamu peluk itu!”

Read More

Sebuah Janji dari Rasulullah untuk Utsman

Namun, ‘Utsman r.a. menjawab, “Demi Allah, sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan agamaku. Aku tidak akan meninggalkan Nabiku selama aku masih hidup.”

Pamannya, Al-Hakam, terus-menerus menyiksanya. Namun, ‘Utsman semakin kukuh dengan agama dan keyakinannya. Hingga akhirnya pamannya merasa putus asa. Dia melepaskan ‘Utsman r.a. dan berhenti mengganggunya. []

Sumber: 150 Kisah Utsman ibn Affan/ Penulis: Ahmad Abdul `Al Al-Thahtawi/ Penerbit: Mizania/ 2016

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More