Picture: thedesigninspiration.com

Untuk Menahan Lapar, Rasulullah Ganjal Perutnya dengan Batu

Dikisahkan oleh sebuah riwayat, ketika Rasulullah saw. mengimami jamaah shalat Isya, para sahabat menyadari bahwa setiap kali Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam melakukan gerakan rukun shalat, terlihat tampak sangat kepayahan. Selain itu, setiap gerakan beliau diiringi suara yang aneh, seperti ada yang salah pada tulang persendiannya.

Setelah shalat usai, Umar bin Khaththab bertanya kepada Rasulullah saw., “ Wahai Rasulullah, Apakah engkau sedang sakit?”

“Sungguh aku sedang tidak sakit wahai Umar. Alhamdulillah aku sehat dan segar”, jawab Rasulullah.

“Ya Rasulullah, mengapa setiap kali engkau menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi-sendi tubuhmu saling bergesekan? Kami yakin engkau sedang sakit,” tanya Umar kembali dengan nada yang begitu cemas.

Agar para sahabat tidak terus-menerus khawatir, akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabatpun terkejut ketika melihat bahwa perut Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam yang kempis tengah dililit oleh sehelai kain yang berisi batu-batu kerikil. Batu-batu itu beliau ikatkan untuk menahan rasa laparnya. Itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah saw. bergerak.

Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya apabila engkau mengatakan bahwa engkau tengah lapar, maka sungguh kami akan berikan apa yang kami punya untukmu.”

Rasulullah saw. menjawab, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan untukku. Tetapi, apa jawabanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.” []

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline