Picture: Pixabay

Ummu Umarah di Perang Yamamah

Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, sejumlah kabilah Arab murtad.

Demi menumpas kemurtadan, Abu Bakar kemudian mengirim sejumlah pasukan untuk menumpas orang-orang murtad dan mengembalikan mereka ke pangkuan agama Allah .

Ummu Umarah tidak mau ketinggalan, ia segera meminta izin kepada Abu Bakar untuk ikut bersama pasukan menuju Yamamah untuk meneruskan perjalanan jihad dan menuntut balas kematian anaknya, Hubaib, terhadap Musailamah Al-Kadzdzab.

Di medan perang, Ummu Umarah melaju membelah barisan-barisan pasukan untuk memerangi musuh-musuh Allah, saat itu usianya sudah lebih dari 60 tahun dan terus menebaskan pedang ke pasukan murtad. Allah pun membahagiakannya dengan terbunuhnya Musailamah dalam perang Yamamah. Tatkala Ummu Umarah melihat Musailamah terkapar, ia pun sujud syukur kepada Allah, melupakan semua luka di sekujur tubuhnya. Dalam peperangan ini, Ummu Umarah mendapatkan sebelas luka dan tangannya terpotong.

Mujahidah yang menorehkan kata-kata cahaya di kening sejarah ini kemudian pulang. Setelah tiba di Madinah, Abu Bakar. menemuinya, menanyakan dan memastikan kondisinya. Sebab, ia menempati kedudukan tinggi di hati para shahabat Nabi. Dan ia tetap seperti itu hingga saat-saat terakhir usia.

Sumber: Biografi 35 Shahabiyah Nabi/ penulis: Syaikh Mahmud al-Mishri/ penerbit: Ummul Qura/ Agustus 2016

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Saya Saudara Jauh Muawiyyah

Ada seorang lelaki tak dikenal ingin datang menjumpai Muawiyyah. Di depan rumah, ia berjumpa pertama kali dengan penjaga gerbang.

you're currently offline