Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Umar Tertawa Mendengar Penjelasan Mu’adz

0 47

Di masa kekhalifahan Umar bin Khattab r.a, Mu’adz pernah ditugaskan untuk berangkat ke Banu Kilab, dengan tugas membagikan tunjangan serta mendistribusikan kekayaan dari yang kaya kepada yang miskin. Setelah ia selesai menunaikan tugasnya, kembalilah ia ke rumah dengan hanya membawa selimut yang dikalungkan ke lehernya.

Sang istri pun bertanya kepadanya, “Di manakah tunjangan yang katanya untuk dibagikan bagi para keluarga?”

Baca juga: Apakah Engkau Tahu, Apa Kewajiban Manusia terhadap Allah?

“Aku tidak mengambilnya, karena ada pengawas yang diutus khusus untuk mengawasiku,” jawab Mu’adz.

Istrinya begitu heran dengan jawaban suaminya. “Engkau adalah orang kepercayaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam! Di masa Abu Bakar, engkau pun adalah orang kepercayaannya! Lalu kenapa di masa Umar ia menugaskan seorang pengawas bagimu?”

Istrinya tampak tidak ridha atas hal ini, dan menceritakan ini kepada istri Umar bin Khattab r.a. Pada akhirnya, ia pun menyampaikan ini kepada suaminya, Sang Khalifah Umar bin Khattab.

Karenanya, Umar r.a. pun memanggil Mu’adz dan bertanya, “Apakah aku mengirim seorang utusan untuk mengawasimu?”

“Tentu saja tidak, wahai Amirul Mu’minin,” jawab Mu’adz. “Tetapi itu satu-satunya alasan yang dapat kuberikan kepada istriku.”

Tawa Umar pun meledak karena penjelasannya itu. Ia pun memberikan tunjangan kepada Mu’adz sambil berkata, “Semoga ini membuatnya ridha.” []

Baca juga: Ikutilah Al-Quran dan Jangan Berharap Diikuti oleh Al-Quran

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline