Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Umar Bin al-Khattab: Inilah Duniamu yang Engkau Rakus Dengannya

Suatu ketika pada masa hajinya, Umar bin al-Khattab diundang makan oleh Sufyan bin Umayyah. Dalam acara makan tersebut dikeluarkan sebuah nampan besar berisi makanan yang diangkat empat orang pelayan. Mereka pun makan, tetapi Umar melihat pelayan-pelayan itu berdiri saja menyaksikan orang lain makan.

Umar bertanya kepada Sufyan, “Mengapa para pelayanmu tidak makan bersama?”

“Tidak, demi Allah, ya Amirul mukminin,” jawab Sufyan, “mereka akan makan sesudah kita makan, untuk menunjukkan kebesaran kita.”

“Tidak bisa demikian!” seru Umar marah, “Setiap kaum yang merendahkan pelayannya, maka dia akan direndahkan Allah. Ayo para pelayan, silakan makan bersama-sama!”

Pelayan-pelayan itu pun makan bersama-sama. Sudah menjadi prinsip Umar, untuk lebih mendahulukan kepentingan rakyatnya memakan minyak selama sembilan bulan. Beliau bersumpah tidak akan makan lauk selain minyak, hingga Allah memberi kelapangan kepada kaum Muslimin. Umar bin al-Khattab berusaha kuat menahan nafsunya dan menyibukkan dirinya dengan pandangan akhirat.

Apabila beliau melewati tempat kotoran, beliau akan berhenti sejenak dan berkata, “Inilah duniamu yang engkau rakus dengannya.”

Beliau menyempatkan din untuk memikul sendiri karung-karung tepung untuk diberikan kepada janda-janda dan anak-anak yatim. Sahabat-sahabatnya ingin membantu beliau memikul karung-karung itu, tetapi beliau tidak membiarkannya dengan berkata, “Siapakah yang akan memikul dosaku pada hari kiamat kelak?” []

Sumber: 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah/Penulis: Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny/Penerbit: Kalil

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline