Foto: Pixabay

Umar bin al-Khattab dalam Memutuskan Perkara

Umar bin al-Khattab biasa menyeru manusia pada musim haji, “Wahai sekalian, aku mengutus para petugasku untuk memberi kabar gembira, bukan untuk mengambil harta kalian. Aku mengutus mereka untuk memutuskan perkara kalian dan membagikan harta fa’i pada kalian. Siapa yang melakukan itu, hendaknya ia bangkit (membawa perkaranya padaku).”

Ketika itu, tak ada satupun yang bangkit berdiri kecuali satu orang. Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, petugasmu memukulku 100 kali dengan cambuk.”

“Atas dasar apa ia memukulmu? Berdiri dan balaslah (qishash) dia.” jawab Umar.

Mendengar itu, ‘Amr bin al-‘Ash berdiri lalu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, jika engkau melakukan ini, manusia akan beramai-ramai mendatangimu dan hal ini akan menjadi sunnah (kebiasaan) bagi para penerusmu.”

Umar pun berkata, “Aku tidak mengqishash, aku telah melihat Rasulullah ﷺ mengqishash untuk diri beliau sendiri.”

Mendengar perkataan Umar, orang itu memaafkannya, tapi Umar memutuskan agar petugasnya membayar 200 dinar (pada orang itu), dua dinar untuk setiap kali cambukannya. []

 

Sumber: Abu Jannah. Sya’ban 1438 H. Serial Khulafa Ar-Rasyidin, Umar bin al-Khattab. Jakarta: Pustaka Al-Inabah.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Nabi Ibrahim Hanya Meninggikan Bangunan Kabah, Bukan Membuat Pondasi

Sebenarnya, yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah meninggikan Ka'bah, karena fondasi Ka'bah telah ada sebelumnya.

you're currently offline