Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Umar : Apakah Aku Ini Seorang Raja Atau Khalifah?

0

Ibnu Sa’ad meriwayatkan al-Barra’ ibn Ma’rur bahwa Umar ibn Khattab suatu ketika keluar hingga sampai di mimbar. Saat itu ia sedang sakit. Selanjutnya hadirin di tempat itu mengatakan bahwaobat bagi penyakitnya adalah madu dan di Baitul Mal saat geriba (kantong air dari kulit) madu.

Umar berkata, “Kalau kalian mengizinkanku untuk mengambilnya, akan kuambil. Kalau tidak, kunyatakan bahwa benda itu haram untukku.”

BACA JUGA: Doa Umar Bin Khattab, Saat Lelah Mengurus Rakyat

Mereka pun mengizinkan Umar mengambilnya.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Ibnu Salim bahwa Umar pernah memasukkan tangannya ke dalam luka bernanah di punggung seekor unta. Katanya, “Sungguh aku takut sekali ditanyai Tuhanku tentang apa yang menimpa dirimu.”

Ia juga meriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa apabila Umar ingin melarang seseorang dari sesuatu, ia akan menemui orang itu dan berkata, “Tidak seorang pun yang kuperintahkan untuk meninggalkan sesuatu lalu ia melanggarnya, kecuali akan kuberi sanksi berlipat ganda.”

Kami meriwayatkan dari berbagai jalur bahwa Umar bin Khattab pada suatu malam keluar untuk melihat keadaan rakyatnya (Umar sering melakukan hari ini). Ia melewati rumah seorang perempuan Arab yang pintunya tertutup rapat. Terdengar perempuan itu melantunkan syair:

“Malam terasa pajang dengan bintang-bintang kerlipan

seolah iba karena tiada bantal untuk dicandai

Demi Allah, andaikan tiada siksa Allah yang pedih tak terkira

niscaya bergoyanglah tepian pembaringan

Namun, aku takut pada malaikat yang diperintahkan Allah untuk mengawasi kita

Para malaikat yang takpernah lalai menulis sepanjang masa

dan rasa takut pada Tuhan menghalangiku berbuat itu

seraya berharap suamiku mendapatkan kemulian besar.”

Mendengar itu, Umar menulis kepada para panglima di medan perang untuk tidak membiarkan seorang sumai meninggalkan istrinya lebih dari empat bulan.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Zadzan, dari Salman bahwa Umar bertanya kepadanya, “Apakah aku ini seorang raja atau khalifah?”

BACA JUGA: Saat Umar bin Khattab Menasehati Muawiyah bin Abu Sufyan

Salman menjawab, “Jika engkau mengambil dari bumi kaum Muslimin satu dirham atau lebih lalu kaugunakan uang itu tidak pada tempatnya, berarti engkau adalah seorang raja, bukan khalifah.”

Mendengar itu, Umar menangis terisak. []

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline