Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Ujian yang Diterima Rasulullah pada Hari Pertama di Madinah

0

Golongan Yahudi memperhitungkan semua hal sejak mengetahui bahwa Islam berusaha menetap dan mewarnai Yatsrib. Itu sebabnya mereka menyimpan permusuhan yang luar biasa terhadap Islam. Juga terhadap Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sejak pertama kali beliau menginjakkan kaki di Yatsrib, sekalipun mereka tidak berani menampakkannya sampai beberapa waktu kemudian.

Hal ini terbukti dari riwayat Ibnu Ishaq dari Ummul Mukminin Shafiyah binti Huyay bin Akhthab, katanya, “Aku adalah anak yang paling dicintai oleh ayahku dan pamanku, Abu Yasir. Jika sedang bersama anak-anaknya pun, mereka akan menggendongku dan melepaskan anaknya.

Tatkala Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menginjakkan kaki di Madinah dan singgah di Quba’ di tempat Bani Amr bin Auf, maka ayahku, Huyay bin Akhthab, dan pamanku, Abu Yasir bin Akhthab, berangkat untuk melihat beliau pada dini hari. Keduanya tidak kunjung tiba sampai matahari terbenam.

Akhirnya, mereka datang dalam keadaan payah, malas, tidak bersemangat, dan berjalan gontai. Aku segera menyongsong mereka sebagaimana yang selama ini kulakukan.

Demi Allah, tidak seorang pun dari mereka yang menoleh ke arahku. Wajah mereka begitu murung.

Aku mendengar pamanku, Abu Yasir, bertanya kepada ayahku, Huyay bin Akhthab, ‘Betulkah dia orangnya?’

Ayahku menjawab, ‘Ya, sungguh.’

Dia bertanya lagi, ‘Apakah Engkau mengenalinya dan yakin akan hal itu?’

Ayahku menjawab, ‘Ya.’

Dia bertanya lagi, ‘Apa yang kaupikirkan tentang dirinya?’

Ayahku menjawab, ‘Demi Allah, aku akan memusuhinya sepanjang hayatku!’”

Hal tersebut juga diperkuat oleh riwayat dari Bukhari tentang keislaman Abdullah bin Salam. Dahulunya dia adalah seorang rabbi yang terkenal di kalangan cendekiawan Yahudi. Ketika mendengar tentang kedatangan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam di Madinah di antara Bani Najjar, dia segera mendatangi beliau dan mengajukan beberapa pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya, kecuali oleh seorang nabi. Mendengar jawaban-jawaban Rasulullah, dia langsung beriman saat itu juga di tempat itu juga.

Kemudian dia berkata kepada beliau, “Sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang suka berdusta. Jika mereka mengetahui keislamanku sebelum Engkau menanyai mereka, pasti mereka mendustakan aku di depanmu.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan utusan kepada golongan Yahudi. Tidak lama kemudian, orang-orang Yahudi itu datang, sementara Abdullah bin Salam bersembunyi di dalam rumah.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “Lelaki macam apakah Abdullah bin Salam di mata kalian?”

Mereka menjawab, “Dia adalah orang yang paling alim dan anak orang yang paling alim di antara kami. Dia adalah orang pilihan kami dan anak orang pilihan kami.”

Dalam riwayat lain, “Dia adalah junjungan kami dan anak junjungan kami.”

Menurut teks lain lagi, “Orang terbaik kami dan anak orang terbaik kami. Orang yang paling mulia dan anak orang yang paling mulia di antara kami.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kembali, “Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah masuk Islam?”

Mereka menjawab, “Semoga Allah melindungi dia dari perbuatan itu!” (mereka mengucapkannya dua-tiga kali).

Tiba-tiba Abdullah bin Salam muncul menemui mereka dan mengucapkan, “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Mereka sontak berkata, “Dia orang yang paling buruk dan anak orang yang paling buruk di antara kami!”

Lalu mereka mengeroyoknya.

Dalam teks lain, Abdullah bin Salam berkata, “Saudara-saudara Yahudi, bertakwalah kepada Allah! Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian tahu bahwa beliau adalah utusan Allah dan bahwa beliau datang membawa kebenaran.”

Mereka berkata, “Engkau berdusta!”

Demikianlah ujian pertama yang diterima Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dari orang-orang Yahudi pada hari pertama beliau tiba di Madinah. []

Sumber: Ar-Rahiq al-Makhtum, Sirah Nabawiyah/Penulis: Shafiyurrahman al-Mubarakfuri/Penerbit: Qisthi Press,2006

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More