Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Turunnya Surah al-Hasyr Ayat 9

0

Seorang sahabat Muhajirin datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mengadukan kelaparan yang dialamainya Namun sayangnya, saat itu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak mempunyai apapun untuk diberikan kepada mereka.

Lalu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada para sahabatnya, “Siapakah diantara kalian yang sanggup melayani tamu ini atas namaku?”

BACA JUGA: Kekhawatiran Rasulullah terhadap Umatnya

Seorang lelaki Anshar langsung menyambutnya,”Wahai Rasulullah, aku sanggup melayaninya.”

Sahabat Anshar itu pun langsung berpamitan kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam dan  ia mengajak orang tersebut ke rumahnya.

Tiba di rumah, ia berkata kepada istrinya,”Muliakanlah tamu Rasulullah ini!”

Tetapi jawaban yang diperolehnya sungguh mengejutkan, istrinya berkata, “Tidak ada makanan kecuali hanya satu piring untuk anak kita!”

“Kalau begitu engkau tidurkan dahulu anak-anak kita, setelah aku mengajak duduk mereka dan berbincang dengannya maka engkau siapkan makanan bagi tamu Rasulullah tersebut. biarkan dua piring kosong untuk kita berdua, jika mereka bersiap untuk makan, maka kamu berpura-pura membetulkan lampu agar mereka tidak tahu bahwa kita tidak makan bersamanya.”

MalamitutamuRasulullahShalallahu ‘alaihiwasallamtidurnyenyak di rumahnyadenganperutkenyang, sementarasahabatAnsharinibesertaistri dan anaknyatidurdalamkeadaanlapar. ItusemuamerekalakukanuntukmemulikanSahabatRasulullahShalallahu ‘alaihiwasallam.

Berkenaan dengan kejadian in Allah berfirman dalam surah al Hasyr ayat 9 yang menunjukkan pujian atas sikap mereka, “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntun.”

BACA JUGA: Ya Rasulullah, Istriku Tidak Suka Menerima Tamu

Tidak ada kejelasan, siapa nama sahabat tersebut. Sebagian riwayat menyatakan, dia adalah Tsabit bin Qais al Anshari RA, sebagian lagi Abu Thalhah. Ada juga yang menyebutkan Sa’d bin Abi Waqqash, padahal dia adalah sahabat Muhajirin. []

Sumber: 100 KisahIslamiPilihanUntukAnak-anak – Hc/Karya: Salman Iskandar/Penerbit: Mizan

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline