Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Turunnya Surah Al-Ahqaf Ayat 10

0 16

Dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja‘i ia berkata: Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam melakukan suatu perjalanan sedang aku menyertai beliau hingga masuklah kami ke dalam Sinagog Yahudi pada hari raya mereka. Mereka tidak suka kami masuk ke lingkungan mereka.

Maka berkatalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kepada mereka, “Hai kaum Yahudi, beritahukanlah kepadaku ke-12 lelaki di antara kalian yang bersaksi bahwasanya tiada tuhan melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu Rasul Allah, niscaya Allah akan menggugurkan dari setiap Yahudi di bawah kolong langit, kemurkaan yang ditimpakan kepada mereka.”

Lalu mereka diam, tidak seorang pun di antara mereka yang menjawab. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengulangi sampai tiga kali pertanyaan tadi, tetapi tidak seorang pun menjawab. Maka beliau pun berkata, “Kalian tidak mau. Maka demi Allah, akulah Al-Ḥasyir (yang mengumpulkan) dan akulah Al-‘Aqib (yang datang kemudian) dan akulah Al-Muqaffa (yang dihormati). Kalian percaya atau mendustakan?”

Kemudian Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam pun berlalu dan aku menyertai beliau sehingga kami hampir keluar, ketika tiba-tiba seorang lelaki dari belakang beliau berkata, “Sepertinya engkau ya Muhammad.”

Lalu laki-laki itu menghadap kepada kaumnya seraya berkata, “Laki-laki macam apakah kalian mengenal diriku di kalangan kalian, hai kaum Yahudi?”

Maka mereka berkata, “Demi Allah di kalangan kami tidak mengenal lelaki pun yang lebih tahu tentang kitab Allah dan lebih mengerti selain engkau, dan selain bapakmu dan kakekmu.”

Maka laki-laki itu pun berkata pula, “Sesungguhnya aku bersaksi dengan nama Allah, bahwa dia adalah nabi yang kamu dapati tercantum dalam Taurat dan Injil.”

Namun kemudian orang-orang berkata, “Dustalah kamu,” kemudian mereka pun membantah laki-laki itu dan berkata lebih kasar lagi.

Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Kalian berdusta, takkan diterima perkataan kalian.”

Dan laki-laki yang paling pandai diantara kaum Yahudi pada waktu itu dan mau menghampiri Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam serta mengakui kenabian Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah Abdullah bin Salam.

Maka kami bertiga pun keluar, yaitu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, saya dan Abdullah bin Salam. Maka Allah pun menurunkan firman-Nya, Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim.” (QS. Al-Ahqaf : 10)

Demikian dikeluarkan riwayat ini oleh Abu Ya‘la, Ibnu Jarir, At-Tabrani dan Al-Hakim dan disahkan oleh As-Suyuti. []

Baca juga: Untuk Kemenangan yang Sempurna dan Kenikmatan Surga

Sumber: Tafsir Al-Maraghi/Penulis: Ahmad Musthafa al-Maraghi/ Penerbit: Darul Kutub Ilmiyah

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline