Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Topi Iblis dan Nabi Musa

Iblis dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman tidak akan berhenti menghasut manusia untuk berbuat dzalim yang mengundang pada kemurkaan Allah subhaanahu wa ta’ala. Iblis tidak pernah senang kepada manusia yang senantiasa melakukan amal kebaikan yang disukai oleh Allah. Intinya Iblis mencari teman bagi untuk dirinya di neraka. Itulah Iblis. Sehingga manusia perlu waspada baik yang beriman apalagi yang tidak beriman, karena Iblis akan senantiasa mencari celah untuk menjerumuskan manusia kepada kedzaliman. 

Dikisahkan, suatu ketika Nabi Musa “alaihi sallam sedang duduk sendiri, tiba-tiba datang seorang lelaki dengan penampilan menarik dan memakai topi yang berwarna-warni. Tiba di hadapan Nabi Musa, lelaki itu membuka topinya dan mengucap salam, tetapi beliau tidak serta merta menjawab salamnya. Ada firasat tertentu sehingga beliau tidak menjawab salamnya, dan justru bertanya, “Siapakah engkau ini?”

Lelaki itu berkata, “Saya iblis.”

Benarlah apa yang dirasakan Nabi Musa, beliau berkata, “Kenapa kamu datang kemari?”

Iblis menjawab, “Untuk memberi selamat kepadamu atas kedudukanmu di sisi Allah.”

Nabi Musa tidak mau terjebak dengan perangkap iblis yang bernada pujian tersebut, dan mengalihkan pada hal lainnya, beliau berkata, “Untuk apa topi yang kamu bawa itu?”

“Untuk mengelabuhi manusia.” Kata Iblis.

“Beritahukanlah kepadaku, dosa apa yang bila dilakukan manusia, yang membuat engkau akan mudah menguasainya?” Kata Nabi Musa.

Maka iblis berkata, “Apabila manusia itu merasa bangga bercampur sombong atas dirinya sendiri. Merasa amalnya telah banyak dan melupakan dosa-dosanya. Maka di saat itulah saya dengan mudah dapat menguasainya.” []

Sumber: Kisah 25 Nabi dan Rasul dilengkapi Kisah Sahabat, Tabiin, Hikmah Islam, Rasulullah, wanita shalihah/ kajian Islam 2

Artikel Terkait :

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More