Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tombak yang Menemani Sampai Akhir Hayatnya

94

Diriwayatkan dari Az-Zubair, ia berkata, “Di perang badar, aku bertemu dengan ‘Ubaidilah bin Sa’id Al-Ash yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh senjata, sehingga tidak terlihat apapun kecuali kedua matanya, dan ia dijuluki Abu Dzat Al-Karisy.

Maka ia berkata, ‘Aku Abu Dzat Al-Karisy`. Lalu aku menyerangnya dengan tombak pendek. Aku menusuknya di kedua matanya sampai mati.

Az-Zubair berkata, ‘Lantas aku letakkan kakiku di atas badannya. Kemudian aku julurkan tanganku, maka aku harus bersusah payah untuk mencabut tombakku, karena kedua ujungnya telah bengkok.’

Read More

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

Maka Rasulullah meminta tombak itu, lalu Az-Zubair memberikannya. Ketika Rasulullah wafat, Az-Zubair mengambilnya. Kemudian Abu Bakar memintanya, maka Az-Zubair pun memberikannya. Ketika Abu Bakar wafat, Umar memintanya, maka Az-Zubair memberikannya. Lalu, saa Umar wafat, Az-Zubair mengambilnya, kemudian diminta oleh Utsman.

Maka, Az-Zubair pun memberikannya. Kemudian, ketika Utsman terbunuh, tombak itu berada di tangan keluarga `Ali. Maka, Abdullah bin Az-Zubair meminta tombak itu. Lalu tombak itu ada bersamanya, sampai ia terbunuh. []

Sumber: Ringkasan Shahih Bukhari/ Penulis: Imam Az-Zubaidi/ Penerbit: Insan Kamil, 2013

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More