Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tiga Musafir yang Bertaubat

0 21

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a, dia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Dahulu ada tiga orang daripada umat sebelum kalian mereka berjalan bersama, kemudian mereka masuk sebuah gua yang dapat digunakan untuk berteduh. Kemudian tiba-tiba sebongkah batu yang besar dari atas bukit jatuh dan menutupi pintu gua itu sehingga mereka tidak dapat keluar.

Salah seorang di antara mereka berkata, “Sesungguhnya tidak ada yang dapat menyelamatkan kamu semua daripada bencana ini melainkan bila kamu semua berdoa kepada Allah dengan menyebutkan amal-amal soleh yang pernah kamu lakukan.”

Maka salah seorang daripada mereka mulai berdoa,”Ya Allah, aku dahulu mempunyai ayah dan ibu yang sudah tua. Aku selalu mendahulukan memberi minum susu kepada mereka berdua sebelum memberikannya kepada keluargaku. Pada suatu hari aku terlambat pulang daripada mencari kayu bakar dan aku mendapati kedua bapak dan ibuku telah tidur. Aku terus memerah susu untuk mereka minum.

Mereka berdua telah tidur, tetapi aku tidak mau mengganggu tidur mereka, namun dilain sisi aku juga tidak mau mendahulukan susu tersebut kepada keluargaaku termasuk kepada anakku sebelum aku memberi minum kepada ibu dan bapaku.

Maka aku pun menunggu mereka terjaga hingga terbit fajar, barulah mereka berdua bangun sementara anak-anakku menangis kerana inginkan susu sehingga mengelilingi kakiku. Setelah mereka bangun, aku berikan susu itu kepada bapak dan ibuku.

Ya Allah, jika aku berbuat begitu kerana mengharapkan wajah-Mu, maka gerakkanlah batu yang menutupi gua ini untuk kami.”

Maka bergeraklah sedikit batu itu tetapi mereka belum boleh keluar dari gua tersebut.

Kemudian seorang yang lain berdoa.”Ya Allah, sesungguhnya aku mempunyai sepupu wanita yang sangat aku cintai. Aku ingin berzina dengannya tetapi dia menolak.

Beberapa tahun kemudian sepupuku itu ditimpa kesusahan sehingga terpaksa datang kepadaku dan aku memberikannya 120 dinar dengan syarat dia mau berzina denganku, maka dia pun terpaksa setuju.

Ketika aku sudah menguasainya dia berkata, “Takutlah kamu kepada Allah Ta’ala dan janganlah kamu melakukannya kecuali dengan cara yang halal yaitu melalui pernikahan.”

Maka aku meninggalkannya, sedangkan dia ialah wanita yang sangat aku cintai dan aku membiarkan uang yang aku berikan kepadanya.

“Ya Allah, jika aku berbuat sedemikian karena mengharapkan wajah-Mu, maka berikanlah kami jalan keluar daripada apa yang kami hadapi.”

Maka bergeraklah batu itu tetapi mereka masih belum boleh keluar daripada gua tersebut.

Lalu orang yang ketiga pun berdoa. ”Ya Allah. aku dahulu mengupah beberapa orang pekerja dan kesemuanya aku bayar gaji dengan sempurna kecuali seorang yang pergi meninggalkan aku dan tidak mengambil gajinya terlebih dahulu. Lalu gajinya itu aku kembangkan sebagai modal pemiagaan sehingga menjadi banyak hasilnya.

Selepas beberapa waktu, dia datang kepadaku dan berkata, “Wahai hamba Allah, berikanlah gajiku yang dahulu.”

Aku berkata, “Semua yang kamu lihat itu termasuk unta, kambing maupun budak yang menggembalanya itu adalah gajimu.”

Dia berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah kamu mempermainkan aku.”

Lalu aku menjawab, “Aku tidak mempermainkanmu!’ Kemudian dia mengambil kesemuanya tanpa meninggalkan apapun.

Ya Allah, jika aku melakukannya kerana mengharapkan wajah-Mu, maka berikanlah kami jalan keluar daripada apa yang kami hadapi ini.”

Batu itu kemudian bergerak dan mereka keluar daripada gua tersebut dan meneruskan perjalanan.

[Riwayat Al-Bukhori no. 3465]

Sumber: 55 Kisah Dari Hadis/ Ad-Dien Abdul Kadir/ Karya Bestari/ 2016

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline