Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tidak Setetes Darah pun yang Mereka Tumpahkan

0 15

Pada masa hijrah ke Madinah, Kaum Muhajirin hanya beberapa orang, akan tetapi peran yang mereka mainkan memiliki makna yang sangat mendalam terhadap sejarah Islam. Ini meyakinkan orang-orang Quraisy tentang ketulusan dan ketetapan hati orang-orang yang masuk Islam, dan membuktikan kesiapan mereka mengalami kerugian dan kesulitan apapun.

Diriwayatkan oleh ‘Urwah ibn Zubayr, Ja`far berkata pada Najasyi:

‘Melalui engkaulah tuan, aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada utusan-utusan yang datang dengan berbagai cara untuk menghasut engkau terhadap kami.’

Najasyi mengijinkan Ja’far. Maka Ja`far bertanya kepada mereka, ‘Apakah kami budak-budak yang melarikan diri dari tuannya? Jika demikian kami terpaksa harus kembali.’

Najasyi menyuruh `Amr ibn al-`Ash agar menjawabnya. Ia berkata, ‘Mereka bukanlah budak. Mereka semuanya merdeka.’

Ja`far kembali bertanya, ‘Apakah kami sudah melakukan pembunuhan?’

‘Tidak setetes darah pun yang mereka tumpahkan,’ tutur `Amr.

‘Apakah kami berhutang sesuatu kepada orang-orang Makkah,’ tanya Ja`far.

‘Tidak sekalipun sepeser,’ tegas `Amr.”

Kaum Muslimin benar-benar menghargai pengorbanan dan keimanan seseorang yang mau memeluk Islam. Pengorbanan diri yang ditunjukkan lewat siksaan dan diasingkannya, demi sesuatu istimewa dan terhormat. Hingga akhirnya sebuah simpati itu sendiri diberikan oleh Raja Habsyah dan dengan demikian melahirkan suatu hal yang besar dari “Hijrah” ialah hijrah ke Madinah. []

Sumber: Sirah Nabi Muhammad Saw /Penerbit: Marja /Penulis: Prof. Abdul Hamid Siddiqi,2005

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline