Picture: VideoBlocks

Tidak Boleh Menyiksa dengan Api kecuali Rabbnya Api

Ibnu Mas’ud menuturkan, “Kami pernah bersama Rasulullah dalam sebuah perjalanan, lalu tak lama beliau pergi untuk buang hajat. Kemudian kami melihat seekor burung kecil dengan dua ekor anaknya. Lalu kami mengambil dua anak burung itu, maka datanglah burung kecil itu berputar-putar mencari anaknya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian berkata, “Siapakah yang membuat burung ini merisaukan anaknya? Kembalikan anaknya padanya.”

Selain itu, beliau juga pernah melihat sarang semut yang telah kami bakar. Beliau lalu bertanya, “Siapakah yang membakar sarang ini?”

Kami pun menjawab, “Kami, ya Rasulullah.”

Beliau kemudian bersabda, “Sungguh tidak layak menyiksa menggunakan api kecuali Rabbnya api.”

Itulah Islam, itulah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan kepada kita. Sungguh Islam sangat melarang umatnya melakukan kezhaliman terhadap sesame maupun terhadap binatang. Islam tidak menghendaki umatnya berlaku kasar dan kejam, tetapi Islam mengajarkan kita berlaku simpatik dan penuh kasih sayang sehingga mampu menebarkan cinta dan perdamaian di seluruh dunia. []

 

Sumber: Dr. Utsman Qadri Mukanisi. 2017. Cerita-Cerita Memikat dari Sahabat. Jakarta: Qalam.

About Dika Nugraha

Al-Qur'an & As-Sunnah

Check Also

Hadits Niat karena Hijrah Cinta

Kemurnian dan kesucian amalan sangat diperhitungkan serta dijadikan prioritas agar diusahakan adanya. Tak sia-sia bak debu di atas batu licin yang diterpa angin dan diterjang ombak. 

you're currently offline