Picture: Erna/Jalansirah

 Tidak akan Terjadi Kiamat Hingga Binatang Buas Berbicara Kepada Manusia

Suatu ketika Seorang Yahudi menggembalakan dombanya di  sebuah lembah di Makkah. Tanpa sepengetahuannya, muncul seekor serigala memangsa dombanya. Serigala itu berlari menyeret mangsanya. Si Yahudi yang mengetahui bahwa dombanya sedang di seret oleh srigala langsung berusaha berlari mengejar srigala itu. Si Yahudi tidak mau kehilangan domba peliharaannya itu.

Saat berhasil mengejar serigala itu, ia berusaha merebut kembali dombanya. Namun, ia terkejut saat mendengar serigala itu berkata, “Apakah kau tidak takut kepada Allah? Kau mengambil domba yang telah dianugerahkan Allah kepadaku sebagai rezekiku.”

Si Yahudi yang masih terkesima berkata, “Sungguh ajaib! Seekor serigala bisa berbicara layaknya manusia!”

Serigala ini melanjutkan, “Demi Allah, ada yang lebih ajaib dari ini!”

“Apa itu?” tanya si Yahudi penasaran.

“Rasulullah telah mengabarkan kepada semua orang berbagai kejadian yang telah lampau dan yang akan datang.”

Akhirnya, si Yahudi membiarkan serigala itu memakan dombanya, lalu ia menggiring ternaknya menuju Madinah dan bermaksud menemui Rasulullah Saw.

Saat itu, waktu shalat telah tiba dan beliau sedang menunaikan shalat berjamaah dengan para sahabat. Usai shalat, Rasulullah Saw. bertanya, “Mana orangnya, si gembala tadi?”

Si Yahudi berdiri, “Akulah si penggembala itu.”

“Ceritakanlah apa yang kaudengar dan kaulihatl” pinta Rasulullah Saw.

Maka, si Yahudi menceritakan kejadian yang dialaminya bersama serigala tadi sampai selesai. Rasulullah Saw. berkata, “Serigala itu berkata benar. Demi Dia yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidak akan terjadi Kiamat hingga binatang buas berbicara kepada manusia. Salah seorang dari kalian pergi dari rumahnya, lalu sandalnya atau cemetinya atau tongkatnya mengabarkan apa yang terjadi setelah kepergiannya.”

Akhirnya, si Yahudi penggembala domba itu mengucapkan syahadat.

Dalam riwayat lain, dari Umar r.a., diceritakan bahwa Rasulullah Saw. menghadiri suatu acara di rumah seorang sahabat. Tiba-tiba datang seorang laki-laki Bani Sulaim membawa seekor biawak. la letakkan hewan itu di hadapan Rasulullah seraya berkata, “Aku tidak akan beriman kepadamu sampai biawak ini beriman kepadamu.”

Rasulullah Saw. memangil biawak itu, “Hai biawak!”

Biawak itu menjawab panggilan Rasulullah dengan ucapan yang lemah lembut, tetapi semua orang mendengarnya, “Aku memenuhi panggilanmu, semoga engkau berbahagia wahai penghias orang yang percaya Hari Kiamat.”

“Siapa yang kamu sembah?” tanya Rasulullah.

“Aku menyembah Dia Yang Arasy-Nya ada di langit, kekuasaan-Nya berada di bumi, jalan-Nya berada di lautan, kasih sayang-Nya berada di surga, dan siksa-Nya berada di neraka.”

“Katakan, siapakah aku?”

“Engkau adalah utusan Tuhan semesta alam, penutup para nabi. Beruntunglah orang yang membenarkan dan percaya kepadamu dan merugilah orang yang mendustakanmu.” Akhirnya, orang Badui itu pun menyatakan masuk islam.[]

Sumber: 115  Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah Saw/ Fuad Abdurahman/Naura Book/ Jakarta, 2015

 

About Erna Iriani

Indonesian Muslimah | Islamic Graduate Student | "Jangan menjadi gila karena cinta kepada seseorang, atau ingin menghancurkan seseorang karena kebencian." (Umar bin Khatab)

Check Also

Do’a yang Membuat Musuh Terkapar

Amr bin Abu as-Saraya pernah bercerita bahwa ia pernah ikut bertempur di wilayah Romawi. la berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuannya melawan kaum kafir.

you're currently offline