Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tidak Ada Urusan yang Paling Tidak Kusukai Selain Keterlibatan dalam urusan Ini

0

Tatkala ada perpisahan pendapat antara dua kubu, yaitu Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah terdapat pula perbedaan yang masih mampu dijalin tanpa merusak hubungan kasih sayang dan persahabatan. Selain itu, mereka juga tetap memperlakukan sahabatnya dengan baik, penuh sopan santun, dan saling menjaga kehormatan masing-masing. Hal ini terjadi antara Abu Musa dan Abu Mas’ud dari pihak Ali, dan Ammar ibn Yasir dari pihak Ma’awiyah.

Dalam Sahih al-Bukhari dari Abu Watsil disebutkan bahwa Abu Musa dan Abu Mas’ud menemui Ammar ibn Yasir yang diutus oleh Ali untuk menemui para penduduk Kufah.

Keduanya berkata kepada Ammar, “Engkau datang ke sini tentu membawa suatu urusan yang penting. Tidak ada urusan yang paling tidak kami sukai sejak engkau berislam kecuali urusan yang engkau bersegera datang untuknya.”

Ammar berkata, “Dan aku tidak melihat dari engkau berdua sejak kalian berislam suatu perkara yang lebih kubenci selain bahwa kalian terlibat dalam urusan ini.”

Kemudian mereka berbincang-bincang dan beranjak pergi ke masjid.

Terdapat riwayat lain dari Syaqiq ibn Maslamah yang menuturkan bahwa ia sedang duduk bersama Abu Mas`ud, Abu Musa, dan Ammar.

Abu Mas`ud berkata, “Engkau adalah sahabatku, dan aku tidak melihat darimu sesuatu yang lebih ku benci sejak engkau menjadi sahabat Nabi Shalallahu akaihi wasallam kecuali kegigihanmu melibatkan diri dalam urusan ini.”

Related Posts

Ammar menjawab, “Wahai Abu Mas`ud, dan aku tidak melihat darimu dan dari sahabatmu sesuatu yang paling kubenci sejak kalian bersahabat dengan Nabi Saw. kecuali keterlibatan kalian dalam urusan ini.

Abu Mas’ud berkata kepada seseorang, “Wahai budak, ambil-kan dua pakaian. Kemudian ia memberikan salah satunya kepada Ammar dan yang lainnya kepada Abu Musa.”

Perawi hadis ini, Syaqiq, berkata, “Kemudian keduanya pergi ke masjid untuk shalat Jumat.”

Ibn Baththal berkata, “Dari peristiwa yang berlangsung antara keduanya menjadi jelas bahwa keduanya melakukan ijtihad dan menganggap kebenaran ada di pihaknya.”

Abu Mas`ud menempati posisi sebagai penengah dan mereka berkumpul di tempat Abu Mas`ud pada hari Jumat. Usai berbincang-bincang Abu Mas`ud memberikan pakaian kepada Ammar agar ia dapat melaksanakan shalat Jumat, karena saat itu Ammar mengenakan pakaian musafir bersenjata lengkap.

Abu Mas’ud tidak ingin Ammar ikut shalat Jumat dengan pakaian itu sehingga ia memberikan pakaian khusus untuk shalat, dan karena saat itu Abu Musa ada di sana, ia juga memberikan satu pakaian kepada Abu Musa. []

Sumber: Kisah Hidup Ali Ibn Abi Thalib/Penulis: Mustafa Murrad/Penerbit: Zaman,2009

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline