Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Thalhah dan Zubair Menjadi Tetangga Rasulullah di Surga

Saat pemerintahan Khalifah Ustman bin Affan r.a, terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut adanya perubahan. Thalhah pun termasuk orang yang mendukung perubahan tersebut. Ternyata, demonstrasi itu berkembang tak terkendali. Demonstrasi yang awalnya damai berubah menjadi peperangan karena disusupi kekuatan dari pembelot.

Mereka adalah kekuatan yang dulu di zaman Khalifah Umar ra., tunduk, namun kini kembali bergerak dan meracuni umat Islam. Dalam peperangan itu jatuhlah korban yang membuat semua sahabat terkejut, yaitu Khalifah Ustman bin Affan ra.

Saat itu Thalhah langsung merasa bersalah, padahal dia tidak ambil peran apa pun dalam pertumpahan darah itu. Dia hanya pernah mendukung terjadinya perubahan dalam pemerintahan Ustman r.a, itu saja. Tapi itu selalu menghantuinya seumur hidup hingga Thalhah makin berhati-hati dalam bertindak. Situasi kacau terus berkembang.

Saat itu Ali bin Abi Thalib diangkat menjadi Khalifah. Banyak pihak yang menuntut agar pembelot yang menyebabkan meninggalnya Ustman ra diadili.

Tapi di lain pihak, Ali bin Abi Thalib juga harus memulihkan stabilitas dan keamanan negara. Perang Jamal menjadi puncaknya. Saat itu Thalhah berseberangan jalan dengan Ali bin Abi Thalib ra. Thalhah pun diingatkan oleh Ali bin Abi Thalib. Bahwa semua ini pernah diperkirakan oleh Rasulullah.

Bahwa kelak para sahabat memerangi Ali dan mereka adalah orang yang zalim. Mengingat hal itu Thalhah dan sahabatnya Zubair bin Awwam ra.. langsung keluar dari pasukan yang melawan Ali bin Abi Thalib. Saat itulah orang-orang zalim tidak ridha dengan keputusan mereka.

Maka, Thalhah meninggal oleh panah dari Marwan bin Hakam. Thalhah memang ditakdirkan meninggal dalam medan perang. Dia ditakdirkan menjadi syahid. Dan kini, dia bisa tersenyum tenang saat menghadap Tuhannya.

Khalifah Ali bin Abi Thalib memimpin pemakaman Thalhah dan Zubair.

‘Kedua telingaku ini telah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, bahwa Thalhah dan Zubair menjadi tetanggaku di surga. Sungguh, aku benar-benar berharap bisa masuk bersama mereka.” Ujar Ali bin Abi Thalib sebagai kalimat perpisahan.

Thalhah sudah menunjukkan janjinya, bahwa sampai akhir hayat tetap di jalan perjuangan. Thalhah bin Ubaidillah ra., meninggal dalam usia 64 tahun dan dimakamkan di Bashrah. []

Sumber:Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad saw/Penulis: Ummu Ayesha/Penerbit: Gramedia,2017

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline