Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Teruslah Maju, Wahai Rasulullah

0

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkumpul bersama beberapa sahabat terkemuka untuk meminta pendapat, utamanya kaum Anshar yang telah berikrar setia untuk melindungi beliau di dalam kota Madinah.

“Apa pendapat kalian?” tanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Abu Bakar berdiri dan mengusulkan tetap maju, begitu pula dengan Umar bin Khattab.

BACA JUGA: Sepenggal Kata yang Mengkhawatirkan Abu Bakar

Miqdad bin `Amr lalu berdiri dan berkata, “Teruslah maju, Rasulullah! Laksanakan sesuai titah Allah. Kami akan bersamamu. Demi Allah, kami tidak akan berkata seperti perkataan Bani Israel pada Musa, `Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami akan duduk di sini menantimu’ (Al-Ma’idah [5]: 24). Tidak! Tapi, kami akan mengatakan kepadamu, `Pergilah bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami akan berperang bersamamu.’ Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya engkau membawa kami menerjuni lautan lumpur—arah Yaman, daerah terjauh Jazirah Arab—sekalipun, kami tetap akan patuh. Kami akan berjuang bersamamu dengan gagah berani hingga mencapai tujuan.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam memuji kata-kata Miqdad dan mendoakannya.

“Siapa lagi yang mau berpendapat?” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kembali bertanya.

Sa’ad bin Mu’adz, tokoh suku Aus dan pemuka Anshar, berdiri dan berkata, “Demi Allah, benarkah yang engkau maksudkan adalah kami?”

“Ya,” jawab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam singkat.

Lalu, Sa’ad pun berkata dengan lantang, “Sungguh, kami telah beriman kepadamu, membenarkanmu, dan kami telah persaksikan bahwa ajaranmu benar. Kami juga sudah bersumpah setiap kepadamu untuk selalu taat dan patuh. Teruslah maju, Rasulullah! Kami akan selalu bersamamu. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke lautan, lalu engkau mengarunginya, kami pasti juga akan mengarunginya bersamamu. Tak seorang pun akan ber-paling. Kami tak gentar bertemu musuh besok. Kami adalah orang-orang gagah berani dalam peperangan, tidak pernah gentar menghadapi musuh. Semoga Allah memperlihatkan ke-padamu kiprah kami yang berkenan di hatimu. Karena itu, berangkatkanlah kami bersama berkah Allah.”

BACA JUGA: Inilah Pendapat Mengenai Nama Muhammad

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam senang mendengar perkataan Sa’ad. Beliau kemudian berseru, “Berangkatlah dan bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku salah satu dari kedua kelompok itu. Demi Allah, seolah-olah sekarang aku melihat kekalahan mereka (Quraisy).” []

Sumber: Buku Pintar Sejarah Islam/Karya: Qasim a. Ibrahim dan Muhammad A. Saleh/Penerbit: Zaman/2014

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline