Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Terangkan Bagaimana Mati Itu?

0 3

Diriwayatkan dari `Awanah bin Al Hakam, bahwa `Amr bin Al `Ash pernah berkata, “Sungguh heran orang yang dijemput kematian, akal masih ada bersamanya namun mengapa tidak dapat menggambarkannya?”

Maka ketika ajal menjemputnya, dengan segera puteranya mengingatkan beliau dengan ucapannya tadi, kemudian berkata, “Terangkan bagaimana mati itu?”

Amr menjawab, “Anakku! Kematian lebih besar dari sekedar gambarkan, tetapi aku akan sampaikan padamu, Seolah gunung Radwi kini berada di atas leherku, di tenggorokanku seperti ada duri, aku dapati diriku bagai keluar dari lubang jarum.”

Dari `Abdullah bin Shalih, beliau berkata: Telah bercerita kepadaku Ya’qub bin `Abdirrahman dari bapaknya bahwa `Amr bin Al `Ash menangis saat menjelang wafatnya, kemudian putranya yang bernama ‘Abdullah berkata padanya, ‘Ayah, aku tidak pemah merisaukanmu jika ada ketetapan Allah yang menimpamu sebab engkau selalu bersabar atasnya.’

`Amr menjawab, “Anakku, kini ayahmu ditimpa tiga hal, yang paling pertama adalah terputusnya amalan, keduanya ketakutan yang tiba-tiba saja muncul, sedang ketiganya perpisahan dengan orang-orang tercinta, namun yang terakhir inilah yang paling ringan. Ya Allah, sungguh Engkau telah memerintahku tapi aku melalaikannya, Engkau telah melarangku tapi aku melanggamya, ya Allah, dari kebaikan-Mu Engkau selalu mengampuni dan memaafkan.” []

Sumber: Ketika Ajal Menjemput/Penulis: Khalid bin Abdirrahman Asy-Syayi/Penerbit: Darul Balansiyyah, 2008

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline