Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tawaran Sang Raja

0

Zulkifli ialah seorang Nabi dan raja, terceritakan bagaimana ia bisa menjadi seorang raja. Sampai pada suatu masa raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan daripada menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai anak.

Hingga akhirnya, raja itu berkata di depan khalayak ramai, “Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, sentiasa bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya.”

Tiada seorang pun menyahut tawaran raja itu.

Sekali lagi raja berkata, “Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?”

Setelah itu, ada seorang permuda bernama Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelaran Zulkifli.

Baginda Juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, “Ismail, Idris dan Zulkilli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar.”

Kemudian, Zulkifli menggantikan raja yang sudah tua itu. Pada waktu siang beliau berpuasa, tetapi tidak pernah melupakan urusan Pernerintahan, malah melayani rakyatnya dengan baik. Pada waktu malam, beliau mernanfaatkannya dengan beribadah kepada Allah.

Nabi Zulkifli adalah anak Nabi Ayub, Nama sebenarnya Basyar bin Ayub bin Amose bin Tarekh bin Rum bin Ish bin Ish bin Ishaq bin Ibrahim, tetapi diberi gelaran Zulkifli karena beliau seorang saja yang tampil untuk menyatakan kesanggupan melaksanakan amanah raja di negerinya itu.

Satu hari, setan yang menyerupai manusia datang kepadanya beliau tidur. Kedatangan tetamu (setan) itu kononnya untuk menyelesaikan urusan dengan raja (Zulkifli), tetapi tujuan sebenar mau menggoda. Kedatangannya disambut wakil Zulkifli karena waktu itu beliau mau tidur. Tetapi tetamu itu tidak mau disambut wakilnya, lalu didesak terus dapat berjumpa dengan beliau.

Disebabkan tetamu itu tidak mau beredar, malah meminta urusannya diselesaikan segera, Zulkifli keluar menemuinya. Selesai urusan itu, tetamu berkenaan terus beredar. Zulkifli baru menyadari tetamu itu adalah setan yang mau menggodanya. Walaupun mengetahui tetamu itu setan, beliau tidak marah, malah tetap bersabar. Satu hari berlaku pula peperangan di negeri itu membabitkan orang yang durhaka kepada Allah. Raja Zulkifli memerintahkan rakyatnya supaya menghadapi tantangan orang durhaka itu, tetapi dibantah.

Rakyatnya berkata, “Wahai raja, kami takut berperang karena kami niasih mau hidup. Jika kamu minta kepada Allah untuk menjamin hidup kami, baru kami mau berperang.”

Mendengar perkataan rakyatnya itu, Zulkifli berdoa, “Ya Allah, aku menyampaikan risalah Tuhan kepada mereka, menyuruh mereka berperang, tetapi mereka mempunyai permintaan. Sesungguhnya Allah mengetahui permintaan mereka.”

Tidak lama selepas itu, Allah menurunkan wahyu, “Wahai Aku (Allah) telah mengetahui permintaan mereka dan Aku mendengar Semuanya Aku akan kabulkan.”

Nabi Zulkifli digolongkan dalam al-Quran sebagai orang yang sabar dan soleh. Firman Allah, “Dan ingatlah akan Ismail, Nabi Ilyasai a.s. dan Zulkifli. Semuanya orang yang paling baik.” []

Sumber: Mukjizat Nabi dan 25 Rasul/ Penulis: Anno D Sanjari- Nasin El – Kabumainni/ Penerbit: Firaz Publishing

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More