Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tawaran Menjadi Gubernur untuk Abdurrahman al-Ghafiqi

0

Ketika Umar bin Abdul Aziz mengemban amanah sebagai khalifah, orang pertama yang diangkat menjadi gubernur adalah Samh bin Malik al Khaulani. Gubernur Samh dipercaya untuk menangani berbagai daerah wilayah kekuasaan khalifah Islam yang sebagiannya mencakup wilayah Prancis saat ini.

Gubernur Samh tergolong seorang gubernur atau pemimpin yang bijak dan adil. Ketika pertama kali dilantik sebagai gubernur maka ia mencari ulama pemuka kaum muslimin dari kalangan tabi’in yang masih hidup. Hingga kemudian bertemulah ia dengan seorang tabi’in bernama Abdurrahman al-Ghafiqi.

Dikarenakan kesalehan, kecerdasan, dan keberanian Abdurrahman al-Ghafiqi, Gubernur Samh pun menawarinya sebuah jabatan untuk menangani wilayah Andalusia (Spanyol).

Tawaran manis itu dijawab dengan jawaban yang sopan oleh al-Ghafiqi, “Wahai gubernur, Aku hanyalah orang biasa, seperti yang lain. Aku datang ke daerah ini hanya untuk mengetahui batas-batas daerah kaum muslimin dan batas-batas daerah musuh mereka. Aku hanya meniatkan diriku untuk menegakkan kalimat Allah di muka bumi ini. Insya Allah, gubernur akan mendapatiku selalu mengikuti engkau selama engkau menegakkan kebenaran. Aku akan selalu mengikuti perintah, selama engkau taat pada perintah Allah dan Rasul-Nya, walaupun aku tidak diberi kekuasaan dan perintah.”

Jawaban Abdurrahman al-Ghafiqi tersebut merupakan jawaban yang sangat bijak. Koalisi-koalisi yang dibentuk lebih mencerminkan aspek bagi-bagi kekuasaan. Koalisi tidak dibangun berdasarkan semangat ketaatan pada perintah Allah dan Rasul-Nya dan bukan kepada kebenaran. Jadi, ketika ada peserta koalisi yang berusaha menegakkan kebenaran justru disingkirkan karena dianggap berkhianat. Semangat inilah yang tidak diusung oleh al Ghafiqi.

Selama pemimpin menegakkan kebenaran, maka al Ghafiqi akan selalu taat, namun ketika pemimpin menginjak-injak perintah Allah dan Rasul-Nya serta kebenaran, maka pedang telah ia siapkan untuk meluruskannya kembali. Sebuah koalisi yang dibangun berdasar kebenaran, bukan kekuasaan. []

Baca juga:Perkembangan Hadis pada Masa Nabi Muhammad SAW

Sumber: 101 Kisah Tabi’in/Penulis: Hepi Andi Bastoni/Penerbit: Pustaka al Kautsar

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline