Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala yang Dikatakan Rasulullah Itu Ada di Hadapan Mata

0 3

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam telah menggambarkan tentang zaman ‘uzlah, sifatnya dan orang-orang yang hidup pada zaman itu. Beliau memerintahkan agar para hamba menyendiri pada masa itu. Gambaran zaman itu terkam dalam sebuah hadits yang berasal dari Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash.

Ketika kami tengah berada di sekeliling Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba disebutkan tentang suatu fitnah. Lalu beliau bersabda, “Apabila kalian melihat manusia telah merusak janjinya, meremehkan amanahnya, saling bertikai satu sama lain menjadi seperti ini (sambil beliau merangkai jemarinya).”

Kemudian aku bertanya, “Lalu apa yang harus kita perbuat pada masa itu, semoga Allah Ta’ala menjadikan aku sebagai tebusanmu.”

Beliau menjawab, “Tetaplah tinggal di rumahnya dan kendalikan lidahmu. Ambilah apa yang engkau tahu dan tinggalkan apa yang hatimu menolaknya. Juga hendaknya engkau memperhatikan urusan pribadimu dan tinggalkan urusan masyarakat umum darimu.”

Dan disebutkan pula pada hadits lain, bahwa beliau pernah bersabda, “Itu adalah zaman kekacauan.”

Para sahabatnya pun bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan zaman kekacauan itu, ya Rasulullah?”

Beliau menjawab, “Yaitu ketika seseorang tidak merasa aman dengan teman duduknya sendiri.”

Abdullah bin Mas’ud menyebutkan hadits yang lain, yang datang dari Al-Harits bin Umarah, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya, “Jika engkau diberi umur panjang, maka akan datang kepadamu suatu masa yang padanya banyak orang yang ahli berpidato, namun seidkit yang ‘alim, banyak meminta dan sedikit memberi. Pada saat itu, hawa nafsumenjadi pemimpin bagi ilmu.”

Al-Harits bertanya, “Kapan hal itu terjadi?”

Beliau menjawab, “Apabila shalat telah ditinggalkan, berbagai ragam uang sogokan (pelicin) telah diterima, dan agama dijual dengan harga murah. Jika engkau menemui yang seperti itu, maka carilah keselamatan, carilah keselamatan. Jika tidak, maka celakalah engkau.” []

Baca juga: Fatimah: Mengapa Mereka Disiksa seperti Itu?

Sumber: Minhajul Abidin, Jalan para ahli ibadah/ Penulis: Imam al-Ghazali/Penebit: Khatulistiwa Press, 2008

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline