Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Umar dan Abu Bakar Berbeda Pendapat

0

Pada akhir masa hidup Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kabilah-kabilah bangsa arab berbondong-bondong masuk ke dalam agama islam, namun seketika mereka yang baru saja beriman ini mendengar kabar wafatnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagian mereka kembali berpaling ke agama sebelumnya alias murtad, dengan berbagai alasan baik itu alasan ekonomi, loyalitas kesukuan atau malah ingin merebut kekuasaan kaum muslimin.

BACA JUGA: Tidak Zakat, Namun Empat Ribu Dirham Habis Dalam Semalam

Pada posisi yang genting inilah Abu Bakar sebagai khalifah pertama mengambil langkah yang sangat tegas, bahkan dipandang sangat beresiko oleh sebagian sahabat waktu itu, hingga akhirnya Abu Bakar dapat meyakinkan mereka semua dengan keputusannya seperti yang dikisahkan dalam riwayat berikut:

(( عن أبي هريرة  قال : لما توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم استخلف أبو بكر بعده ، وكفر من كفر من العرب . قال عمر بن الخطاب لأبي بكر : كيف نقاتل الناس ، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” أمرت أن أقاتل الناس حتى يقولوا لا إله إلا الله ، فمن قال لا إله إلا الله عصم مني ماله ونفسه إلا بحقه ، وحسابه على الله ” ، فقال أبو بكر : والله لأقاتلن من فرق بين الصلاة والزكاة فإن الزكاة حق المال ، والله لو منعوني عقالا كانوا يؤدونه إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم لقاتلتهم على منعه . فقال عمر بن الخطاب : فوالله ، ما هو إلا أن رأيت الله عز وجل قد شرح صدر أبي بكر للقتال ، فعرفت أنه الحق))

”Dari Abu Hurairah ra., beliau meriwayatkan, setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dan kemudian Abu Bakar ra.diangkat sebagai khalifah sesudahnya maka pada saat itu sebagian bangsa Arab kembali kepada ke kafiran.

Ketika itu Umar bin Khattab ra. berkata kepada Abu Bakar, ‘Bagaimana engkau dan memerangi orang-orang itu (maksudnya adalah kaum yang enggan membayar zakat).‘

Aku diperintakan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan lailaha illallah. Barang siapa yang telah mengucapkan la ilahaillallah maka dia telah menjaga harta dan jiwanya dariku kecuali apabila ada alasan yang benar-benar untuk mengambilnya. Adapun hisabnya adalah terserah kepada Allah ta’ala.

Maka Abu Bakar pun mengatakan, ‘Demi Allah! Benar-benar aku akan memerangi orang-orang yang membedaka-bedakan antara sholat dengan zakat. Karena sesungguhnya zakat itu adalah hak atas harta . Demi Allah! Seandainya mereka tidak mau menyerahkan kepadaku seikat karung (zakat) yang dahulu bisa meraka tunaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam niscaya aku akan memerangi mereka tetap berkeras tidak mau menyerahkannya.‘

BACA JUGA: Ngeri, Ini yang Terjadi Tatkala Harta Tidak Dizakati

Umar bin Khattab ra pun mengatakan, ‘Demi Allah! Tidaklah mungkin hal itu berani dilakukannya melainkan karena aku yakin bahwa Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk berperang. Dari situlah aku mengetahui bahwa dia berada di atas kebenaran .” (HR Bukhari dan Muslim) []

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline