Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Uang Sedekah Masih Tersisa di Hadapan Umar

0

Diriwayatkan bahwa Ali bin Abi Thalib berkata, Umar bin Khattab pernah berkata di hadapan orang banyak, “Bagaimana pendapat kalian jika dari harta yang kita bagi ini terdapat lebih atau sisa?”

Orang-orang menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, tugasmu mengurus Negara telah menyita banyak waktumu yang seharusnya di pergunakan untuk keluarga, bekerja, dan berdagang. Oleh karena itu, (jika nanti ada kelebihan) maka kami merelakannya untukmu.”

Umar lalu berkata kepadaku, “Bagaimana menurutmu?”

Saya menjawab, “Mereka (masyarakat) telah mengisyaratkan jawabannya.”

Umar berkata lagi, “Kemukakan pendapatmu!”

Saya kemudian balik berkata, “Kenapa engkau justru menjadi ragu-ragu dengan keyakinanmu?”

Umar menjawab, “Disebabkan saya ingin mendengar pendapatmu.”

Related Posts

Kenalilah Allah dalam Sukamu, maka Allah Akan Mengenalimu dalam Duka

Saya akhirnya berkata, “Baiklah. Demi Allah saya akan mengemukakan pendapa saya. Apakah engkau masih ingat ketika pada suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menugaskanmu sebagai pengumpul zakat dan sedekah (dari masyarakat Madinah). Engkau kemudian pergi menemui Abbas bin Abdul Muthalib. Akan tetapi Abbas menolak menyerahakan sedekahnya kepadamu karena sebelumnya diantara kalian ada sedikit masalah.

Engkau kemudian berkata kepadaku, ‘Ikutlah denganku menemui Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam!’

Sesampainya di rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kita melihat beliau sedang tidak bersemangat (agak sedikit geliasah). Kita lalu pulang dan kembali lagi ke tempat beliau keesokan paginya. Pada saat itu, kita melihat beliau sudah kembali gembira. Engaku lalu memberitahu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tentag sikap Abbas terhadapmu.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Tahukah engkau bahwa paman seseorang itu tidak berbeda jauh dengan bapaknya (dakam hal sifat).’

Kita lalu bertanya tentang sebab beliau terlihat gelisah kemarin namun hari ini kembali ceria. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjawab, ‘Kalian melihatku bersikap seperti itu kemarin karena pada saat itu ditanganku masih tersisa uang sedekah sebanyak dua dinar yang belum dibagikan. akan tetapi, kalian melihatku sekarang dalam keadaan tenang dan gembira karena kedua dinar itu telah aku sedekahkan.’”

Mendengar cerita Ali tersebut, Umar lalu berkomentar, “Demi Allah, pendapat engkau benar. Saya berterimakasih dunia dan akhirat.” (HR Ahmad) []

Baca juga: Setan yang Membawa Kabar untuk Umar bin Khattab

Sumber: Jiwa dalam bimbingan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam/Penulis: Dr Saad Riyadh/Penerbit: Muassasah Iqra,2004

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

you're currently offline