Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Suara Adzan Terdengar, Apa yang Harus Diucapkan?

0

“Allahu Akbar, Allabu Akbar”, kemudian jika muadzin berkata, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah,” maka ia berkata, “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah.”

Kemudian jika muadzin berkata, “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah,” maka ia berkata, “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah.”

Kemudian jika muadzin berkata, “Marilah kita shalat,” maka ia berkata, “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali Allah.”

Kemudian jika muadzin berkata, “Marilah kita raih kemenangan,” maka ia berkata, “Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali Allah.”

Kemudian jika mudzin berkata, “Allahu Akbar, Allahu Akbar,” maka ia berkata, “Allahu Akbar, Allahu Akbar.”

Kemudian jika muadzin berkata, “Tiada Tuhan selain Allah,” maka ia berkata, “Tiada Tuhan selain Allah,” dari dalam hatinya, maka ia masuk surga”. (HR. Muslim 385)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu Alaihi wassallam berkata, “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah atasku. Sesungguhnya barang siapa yang bershalawat atasku dengan satu kali shalawat, maka Allah akan bershalawat atasnya dengan shalawat tersebut sebanyak 10 kali, kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku, sesungguhnya ia (wasilah) merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali untuk seorang hamba dari bamba-hamba Allah, dan aku berbarap akulah orangnya, barang siapa yang meminta wasilah untuku maka ia berhak mendapatkan syafaat.” (HR. Muslim 384)

Adapun bentuk meminta wasilah untuk nabi seperti yang dijelaskan hadits berikut, Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendengar adzan dan berkata,

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّداً الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَاماً مَحْمُوداً الَّذِي وَعَدْتَهُ. إِنَّكَ لا تُخْلِفُ المِيْعَادِ

“Ya Allah! Ini merupakan panggilan yang sempurna dan sholat yang didirikan (maksudnya bentuk shalat yang sudah baku dan tidak diubah lagi dan ia tetap didirikan selagi masih ada langit dan bumi) datangkan (berikan) kepada Muhammad wasilah (tempat disurga) dan keutamaan (martabat yang tinggi atas semua makhluk) dan berikan ia tempat yang terpuji yang kau janjikan); maka ia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat. (HR. Bukhari 614)

Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqash, dari Rasululah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang ketika mendengar adzan berkata, bersaksi tiada Tuhan melainkan hanya Allah satu-satunya dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, aku ridha dengan Allah sebagai Tuhan, Muhammad sebagai rasul dan Islam sebagai agama, maka diampuni dosanya. (HR. Muslim 386) []

Sumber: Kupas Tuntas Adzan dan Iqamat/ Penulis: Yusni A. Ghazali/ Penerbit: Qibla

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline