Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Shuhaib Membeli Agama

Para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbondong-bondong berhijrah ke Madinah meninggalkan harta, negeri dan keluarga besar mereka. Mereka bersabar dengan semua kesulitan dan rintangan yang ada diperjalanan mereka ke Madinah. Para Muhajirin ini ada yang berkelompok seperti kisah hijrah Umar bin Al-Khattab dengan ‘Ayyasy dan Ummu Salamah bersama anak dan pendampingnya dan ada yang berhijrah seorang diri, seperti kisah hijrah Shuhaib Ar-Ruumi.

Ketika beliau berangkat hijrah, kaum kuffar Quraisy menghalanginya ditengah jalan ingin menghalangi hijrah beliau. Mereka berkata kepada Shuhaib Ar-Ruumi, “Engkau datang kepada kami dalam keadaan miskin. Kemudian hartamu bertambah banyak ketika bersama kami. Sekarang engkau ingin pergi dengan membawa hartamu. Demi Allah, itu tidak akan bisa terjadi!”

Mendengar teguran ini, Shuhaib mengajukan penawaran, “Bagaimana pendapat kalian, jika aku memberikan seluruh hartaku kepada kalian? Apakah kalian akan membiarkan aku pergi?”

Mereka menjawab, “Ya.”

Kisah ini terdengar oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda, “Shuhaib telah mendapatkan keberuntungan.”

Dalam riwayat lain disebutkan dari Shuhaib, ia berkata kepada orang-orang kafir Quraisy ketika mereka menyusul dirinya, “Maukah kalian aku beri beberapa ons (auqiyah) emas, lalu kalian membiarkan aku pergi?”

Mereka pun setuju. Maka aku katakan kepada mereka, “Galilah di depan pintu (rumah)ku. Di bawahnya terdapat beberapa ons emas.”

Lalu aku pergi dan bisa menyusul Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Quba sebelum Beliau berpindah darinya. Ketika melihatku, beliau bersabda, “Wahai Abu Yahya, keuntungan perniagaan.”

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini, “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” (QS.  Al-Baqarah: 207)

Dalam riwayat lainnya beliau berkata kepada orang Quraisy, “Sesungguhnya aku sudah tua dan aku memiliki harta dan perhiasan yang banyak. Tidak ada mudharat bagi kalian seandainya aku ikut kalian atau ikut musuh kalian. Aku serahkan semua harta dan perhiasanku dan aku beli agamaku dari kalian dengan itu semua.” []

Baca juga: Sebaik-baiknya Kalian Adalah Orang yang Suka Memberi Makan

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline