Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Rasulullah dan Abu Bakar Menangis

0 35

Dikisahkan oleh Umar bin Khattab, “Pada suatu pagi, aku menjumpai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersama Abu Bakar sedang duduk sambil menangis, lalu aku bertanya tentang sebab yang membuat keduanya menangis.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam lalu menjawab, ‘Aku menangis karena kawanmu menawarkan kepadaku untuk menerima uang tebusan, dan kini telah diperIihatkan kepadaku azab yang nyaris menimpa kallan. Azab tersebut tampaknya lebih dekat lagi dari pohon ini,’ sambil menunjuk ke arah sebatang pohon yang tidak jauh darinya.”

Dari kejadian di atas, kemudian turunlah ayat yang berbunyi, “Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar karena tebusan yang kamu ambil. Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Anfaal: 67-69)

Apa yang dilihat oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dengan wujudnya siksa itu merupakan suatu mukjizat bagi dirinya. Sebab, hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan oleh manusia biasa.

Diceritakan oleh Ibnu Abbas r.a, “Sewaktu Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam berjalan bersama para sahabatnya melewati dua kuburan, tiba-tiba beliau berkata, ‘Orang yang berada di dalam dua kubur ini telah disiksa oleh Allah SWT.

Para sahabat lalu bertanya, ‘Apakah keduanya itu disiksa karena melakukan dosa besar?’

Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Benar, salah satunya berjalan (di muka bumi ini) dengan suka mengadu domba. Adapun yang satunya lagi tidak pernah menutupi dari air kencingnya (artinya: percikan dari air kencingnya itu seringkali mengenai tubuhnya atau pakaiannya. Lalu, dipakainya untuk melakukan shalat tanpa mencucinya terlebih dahulu atau berganti dengan pakaian yang suci).’

Kemudian, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengambil kayu yang masih basah lalu dipercahnya menjadi dua. Selanjutnya, beliau menancapkan kayu tadi pada masing-masing dua kubur tersebut, seraya bersabda, ‘Semoga kayu ini dapat meringankan siksa keduanya selama ia belum kering. ‘”(HR Bukhari)

Dalam riwayat yang lain diceritakan oleh Abi Ayyub r.a, ia berkata, “Sewaktu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam keluar (dari rumahnya) matahari telah terbenam, beliau lalu mendengar suara. Kemudian beliau berkata, ‘Orang Yahudi telah disiksa di dalam kuburnya.” (HR Bukhari, 1/239)[]

Baca juga: Kisah Rasulullah dan Wanita Tua, Berawal dari Mencaci lalu Mengabdi

Sumber: 50 mukjizat Rasulullah/Penulis: Fuad Kauma/Penerbit: Gema Press,2000

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline