Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Pemalsu Agama Itu Bertobat

0 2

Ja`far ash-Shadiq Ra meriwayatkan: Pada zaman dahulu, hiduplah seorang laki-laki yang berusaha untuk mendapatkan mata pencahariannya dan mendapatkan kekayaan dengan cara halal tetapi tidak berhasil. Dia kemudian bcrusaha mencapai tujuannya dengan cara melanggar hukum, tetapi sekali lagi gagal.

Setan muncul di depannya dan berkata kepadanya, “Kamu telah mencoba untuk mendapatkan kekayaan besar dengan cara yang halal dan cara yang haram, tapi tidak berhasil. Apakah kau ingin kutunjukkan cara yang bisa kamu gunakan tidak hanya untuk menjadi kaya tetapi kamu juga akan menarik banyak pengikut?”

Laki-laki itu menyatakan kesediaannya untuk tahu bagaimana ia bisa menjadi kaya.

“Buatlah sebuah agama dan undang orang-orang untuk mengikutinya,” usul setan.

Laki-laki itu pun menciptakan sebuah agama, dan tak lama kemudian, dia memiliki banyak pengikut yang karenanya dia menjadi kaya. Suatu hari, ia menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahan dengan memimpin banyak orang tersesat sehingga ia memutuskan untuk memberitahukan kepada mereka tentang kepalsuan agamanya dan kesalahannya. Tapi betapapun kerasnya dia menekankan dan menegaskan hal itu, orang-orang selalu menolak untuk menerima ucapannya.

“Pandangan-pandangan anda sebelumnya adalah benar, lalu kenapa Anda menjadi skeptis terhadap agama Anda sendiri sekarang?” mereka bertanya.

Ketika ia mendengar kata-kata ini, ia mengambil rantai dan membelenggu dirinya sendiri. Dia berjanji bahwa dia tidak akan melepaskan rantai itu sebelum Allah Swt menerima tobatnya. Allah Swt mewahyukan kepada nabi-Nya pada zaman itu untuk menyampaikan pesan berikut kepada orang itu, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (Qs an-Nisa [4]: 48) []

Sumber: Manisnya Kopi Asin, Merajut Hati Meraih Kebahagiaan Hakiki/Penulis: Irwan Kurniawan/Penerbit: Majlis Ta’lim Ibadurrahman,2011

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline