Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Munculnya Pembangkangan, Inilah Tiga Kelompok Murtad Menurut Fudhail Bin Iyad

0 27

Pasca Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam wafat, kaum Muslim menghadapi situasi sulit berupa kemurtadan dan pembangkangan. ‘Umar bin Khaththab dan sebagian sahabat mengusulkan kepada Abu Bakar sebagai khalifah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam agar untuk sementara membiarkan orang-orang yang tidak mau membayar zakat sambil berusaha melunakkan hati mereka hingga iman dalam dada mereka kembali kuat dan akhirnya kembali membayar zakat. Namun, menurut Abu Bakar ash-Shiddiq, orang yang menolak membayar zakat harus diperangi.

`Umar bin Khattab mempertanyakan keputusan Abu Bakar untuk memerangi orang-orang yang menolak membayar zakat, seraya mengutip perkataan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan ‘Aku bersaksi tiada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.Jika mereka telah bersyahadat, harta dan darah mereka terjaga dariku untuk ditumpahkan dan dirampas kecuali dengan haknya.”

Abu Bakar dengan tegas menjawab, “Demi Allah, seandainya mereka enggan untuk menyerahkan anak unta yang sebelumnya mereka serahkan kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, pastilah akan aku perangi mereka atas apa yang mereka lakukan itu. Ketahuilah, zakat itu adalah hak harta. Dan demi Allah, aku pasti akan perangi setiap orang yang membedakan antara shalat dan zakat!”

Akhirnya, ‘Umar membenarkan sikap tegas Abu Bakar itu dengan berkata, “Akhirnya aku mengerti bahwa Allah telah melapangkan hati Abu Bakar untuk memerangi mereka dan apa yang dia lakukan adalah suatu kebenaran.”

‘Umar kemudian mengutip firman Allah, “Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Menurut Fudhail bin Iyad, kelompok murtad terbagi menjadi tiga. Pertama, kelompok yang keluar dari Islam dan kembali menyembah berhala.

Kedua, kelompok yang mengikuti ajaran Musailamah dan Aswad al-Ansi, dua orang yang mengaku sebagai nabi.

Ketiga, adalah orang-orang yang tetap menyatakan diri Muslim tetapi menolak melaksanakan kewajiban zakat dengan mengatakan bahwa zakat hanya diwajibkan pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, masih hidup.

Dalam riwayat lain, ‘Umar berkata, “Wahai Abu Bakar, bersikap lembutlah kepada orang-orang. Hadapilah mereka dengan pendekatan yang baik.”

Abu Bakar berkata, “Wahai ‘Umar, ketika masa jahiliyah engkau adalah orang yang sangat keras, laiu mengapa setelah berislam engkau menjadi lemah?”

Abu Bakar melanjutkan, ”Wahai ‘Umar, wahyu telah terputus dan agama telah sempurna. Apakah aku rela agama ini akan berkurang sementara aku masih hidup.” []

Sumber: The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq/ Penulis: DR. Muhammad Hatta, MA., dkk/Penerbit: Maghfirah Pustaka,2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline