Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Malaikat Maut menjumpai Manusia

0

Dalam sebuah riwayat, Imam Ghazali pernah menceritakan tentang keinginan Nabi Ibrahim AS yang penasaran akan wajah malaikat maut ketika mencabut nyawa orang yang dzalim. Dia memohon kepada Allah SWT untuk diperkenankan melihat bagaimana paras malaikat pencabut nyawa. Keinginan beliaupun dikabulkan oleh Allah SWT.

Diperlihatkanlah sosok pria dengan tubuh yang sangat besar, berkulit hitam legam. Sosok yang sangat menakutkan, rambutnya berdiri seperti lidi dan tajam, berbau busuk, memiliki dua mata satu di depan dan yang satu di belakang. Ia mengenakan pakaian serba hitam, dari mulutnya keluar jilatan api yang berkobar-kobar.

BACA JUGA: Inilah Seruan Haji Pertama Kali oleh Nabi Ibrahim

Seketika Nabi Ibrahim AS jatuh pingsan, setelah kembali sadar beliau merenung, betapa Allah SWT menunjukkan kuasanya untuk memberi pelajaran bagi setiap manusia untuk tunduk pada-Nya.

Lebih lanjut Imam Ghazali menuturkan, di akhir sakaratul maut, manusia akan diperlihatkan wajah malaikat pencatat Amal.

Kepada orang dzalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir ke tengah-tengah perbuatan keji, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan buruk, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan buruk. Semoga Allah SWT tidak memberimu balasan yang baik!”

Siapa yang takkan bergetar hatinya ketika mendengar malaikat berbicara serta mengatakan dengan suara yang lantang dan Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa malaikat akan memberi kabar buruk kepada orang dzalim menjelang sakaratul mautnya.

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang dzalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut,sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (seraya berkata): ‘keluarkan nyawamu.’ Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah SWT (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am:93).

Di saat itu malaikatul maut hadir dan membentangkan tangan-tangannya untuk memukuli dan menyiksa sampai nyawa mereka keluar dari badan.

Related Posts

Berbaris seperti Para Malaikat di Sisi Tuhan

Karena, malaikatul maut berkata, “Keluarkan nyawamu.”

Orang dzalim yang sudah mendekati ajalnya akan diberi kabar buruk oleh malaikatul maut, oleh karena itu, nyawa mereka bercerai-berai hingga sulit untuk meninggalkan jasad. Di saat itu ia berada dalam keadaan yang tidak menginginkan akhirat, memberatkan dunia dan ingin kembali berlena dengan keindahan dunia. Di saat itu pula turunlah dari langit para malaikat yang bermuka hitam sambil membawa kain mori kasar. Lalu mereka duduk di sekelilingnya.

Saat itu turunlah malaikatul maut dan duduk di arah kepalanya seraya berkata, ‘Wahai nyawa yang hina keluarlah dan jemputlah kemurkaan dan kemarahan Allah!’.

Dengan cara yang akan mampu di bayangkan, malaikat maut mencabut nyawa seseorang dengan paksa, dan nyawa tersebut dibungkuslah menggunakan kain mori kasar yang telah dipersiapkan oleh para malaikat yang sedari tadi mengelilinginya. Dan setelah itu terciumlah aroma busuk teramat busuk yang pernah tercium di muka bumi ini.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, di mana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya malaikatul maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat.

BACA JUGA: Apa yang Menyebabkan Malaikat Maut Tertawa dan Menangis?

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempat di surga atau neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang yang dzalim di neraka, “Wahai musuh Allah SWT itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan siksa neraka.” []

Sumber: Saat Maut Menjemputku/Karya: Andi Farouq bin Abbas Hasana

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline