Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Ka’ab bin Malik Dihukum Nabi (Bagian 1)

0

Salah satu perang kenamaan di masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah Perang Tabuk. Perang ini terjadi pada tahun ke-9 Hijriah, tepatnya pada bulan Rajab. Berdasarkan beberapa riwayat, perang ini merupakan perang yang berat karena cuaca yang kering, keadaan paceklik, serta lokasi peperangan yang jauh.

Di antara rombongan umat muslim itu, tersebutlah Ka’ab bin Malik yang tidak ikut serta dalam keberangkatan menuju Perang Tabuk. Sebelumnya, Ka’ab bin Malik dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang terpercaya, golongan orang-orang yang pertama masuk Islam, dan selalu mengikuti perang bersama Nabi. Orang-orang tidak meragukan keimanannya.

BACA JUGA: Rasulullah: Alhamdulillah Itu Memiliki Dua Mata dan Dua Sayap

Sayangnya, pada perang Tabuk ini, Ka’ab bin Malik ketinggalan rombongan sebab keterlambatannya dalam menyiapkan perbekalan.Saat Kaab masih bingung dalam persiapan menuju medan perang Tabuk, ternyata Nabi dan sahabat lain sudah bergegas menuju medan peperangan.

Ka’ab bin Malik pun gelisah karena keterlambatannya ini. Ia mengetahui bahwa ketika ada umat muslim yang mangkir dari perang, dan bukan disebabkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut adalah termasuk dosa yang besar.

Dalam kegelisahannya itu, ketika keluar rumah, ia menemui bahwa yang masih berada di sekitar lingkungannya adalah orang-orang yang bermaksud mangkir (enggan) dari peperangan – konon disebut kaum yang munafik – dan orang-orang lemah yang tidak mampu berperang.

Di sisi lain, seusai perang, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam baru menyadari bahwa Ka’ab bin Malik tidak ikut serta dalam perang Tabuk itu.

Beliau bertanya pada para sahabat, “Kemanakah Ka’ab bin Malik?”

Kemudian ada yang mengatakan, konon seorang sahabat dari Bani Salimah, mempertanyakan jangan-jangan Ka’ab ini mementingkan dirinya sendiri. Tapi ucapannya langsung dibantah oleh sahabat Muadz bin Jabal ra.

“Perkataanmu buruk sekali! Tidak pantas kau katakan itu atas Ka’ab bin Malik!” cetus Muadz.

Ka’ab menjadi resah saat ia tahu bahwa ia tertinggal dan absen dari perang. Hal yang ia resahkan, adalah bagaimana ia akan berujar pada Nabi tentang keadaan yang menimpanya. Sempat ada hasrat berbohong, tapi ia urungkan.

Setibanya Nabi di Madinah, lalu menunaikan shalat sebagaimana beliau amalkan seusai perang, orang-orang yang tidak mengikuti perang mendatangi beliau dan menyampaikan alasan-alasan mereka. Disebutkan kurang lebih delapan puluh orang.

Nabi menerima alasan mereka, dan mengatakan bahwa beliau menyerahkan urusan kebenaran dalam hati mereka dengan Allah.

Ka’ab beranikan diri mendatangi Nabi, lantas berkata, “Sejujurnya Nabi, tidak ada yang menghalangi saya untuk mengikuti perang. Saya rela mendapat hukuman atas kesalahan yang telah saya perbuat. Daripada saya mendapat murka Allah atas alasan-alasan yang saya perbuat, lebih baik saya mendapat hukuman darimu, Nabi.”

Mendengar pengakuan yang tulus itu, Nabi menerimanya. Namun karena beliau tahu bahwa kesalahan yang diperbuat Ka’ab bin Malik adalah kesalahan yang besar, maka beliau memutuskan untuk menunggu jawaban dari Allah. Rupanya selain Ka’ab bin Malik, ada dua sahabat lainnya yang mengalami hal serupa, dengan alasan yang sama dengan Ka’ab bin Malik.

Beberapa hari kemudian, Nabi memerintahkan para sahabat untuk tidak mengajak bicara Ka’ab bin Malik dan dua sahabat lainnya itu sebagai bentuk hukuman. Tentu saja bagi mereka bertiga, hal itu terasa menyesakkan perasaan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Baiat Aqabah Kedua (Bagian 1)

Dalam riwayat, Ka’ab bin Malik berusaha bertingkah biasa, namun bagaimanapun ia merasakan tekanan yang berat saat diabaikan oleh sahabat-sahabat lainnya.

Ia sempat berjumpa seorang sahabat, lantas bertanya, “Tidak tahukah engkau, bahwa aku ini sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya?” ujar Ka’ab. []

Sumber: Kitab Sirah Nabawiyyah/Karya: Ibnu Hisyam

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline