Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Fir’aun akan Naik ke Langit

Ajaran Nabi Musa sangat merugikan Raja Firaun. Setama ini orang Mesir memercayai bahwa Firaun itu tuhan. Karena Nabi Musa mengajarkan bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, banyak orang Mesir meninggatkan Firaun. Mereka mulai menyembah Allah Swt. Firaun mengumpulkan semua menteri di istananya untuk membahas cara memerangi Nabi Musa.

“Umumkan ke seluruh pelosok negeri bahwa aku akan membuat bangunan yang tinggi sampai langit. Di puncak itu aku akan memerangi Allah, tuhannya Musa!” kata Firaun.

BACA JUGA: Tertanamnya Kenabian pada Diri Nabi Musa Sejak Kecil

Para menteri dan hutubatang menyebar ke pelosok negeri Mesir untuk mengumumkan hat itu. Firaun, tuhan orang Mesir itu, akan ke tangit untuk memerangi tuhannya Musa!

Mengapa Attah tidak menjatuhkan laknat-Nya kepada orang yang sesat tiada taranya ini?

Allah masih memberi kesempatan kepada Firaun untuk bertobat. Seorang tukang bangunan ternama di Mesir bernama Hammam dipanggil menghadap Firaun.

“Buatlah sebuah bangunan yang sangat tinggi, secepatnya!” perintah Firaun.

“Baik, tuanku,” sahut Hamman.

Perintah itu segera dilaksanakan. Hamman beserta para pekerja segera mendirikan bangunan yang luar biasa tingginya. Dilihat dari bawah, bangunan itu tampak seperti menusuk langit. Dari puncak bangunan itu, Firaun akan memerangi Allah.

Rakyat Mesir mulai terpengaruh oleh keberanian Firaun. Mereka mulai percaya bahwa Firaun benar-benar tuhan. Dia berani menantang Tuhannya Musa, sedangkan tuhannya Musa tidak datang untuk menghadapi Firaun. Berarti Tuhannya Musa itu tidak berani melawan Firaun.

Kesesatan mereka benar-benar keterlaluan. Allah Swt memberi peringatan dengan menciptakan bencana alam di Mesir. Kelaparan melanda, hama-hama menghabiskan semua tanaman, sungai-sungai meluapkan banjir yang menghanyutkan apa saja, bahkan air sungai Nil berubah menjadi darah.

Orang mulai percaya bahwa ternyata Firaun itu bukan tuhan. Terbukti, Firaun tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi bencana yang metanda negerinya.

Orang-orang mendatangi Nabi Musa. “Ya, Musa. Mintalah kepada Allah untuk menghentikan bencana ini. Kami percaya bahwa semua ini berasal dari-Nya,” kata mereka.

Nabi Musa memohon kepada Allah agar bencana itu diakhiri. Allah kemudian mengabulkan permohonan Nabi Musa, dan bencana pun mereda.

Apa yang terjadi setelah bencana mereda?

Orang-orang itu kembali ingkar dan tidak mau memercayai Allah Swt. Mereka kembali menyembah tuhan selain Allah. Benda-benda disembah sebagai tuhan. Juga raja mereka, Firaun yang sombong tiada tara.

Kelak, hukuman Allah terhadap orang-orang sesat ini sangat keras. Saat orang-orang sesat itu mengejar Nabi Musa dan para pengikut setianya, Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke Laut Merah.

BACA JUGA: Inilah Takwil dari Tiga Peristiwa yang Dialami Nabi Musa

Laut terbelah, terciptatah jatan di dasar taut. Itulah mukjizat Nabi Musa yang berasal dari izin Allah Swt. Setelah Nabi Musa dan para pengikutnya tiba di seberang, dasar taut yang tadinya mengering tiba-tiba kembali dipenuhi air.

Firaun dan para pengikutnya yang sesat pun dengan cepat tergulung oleh air laut. Allah menciptakan ombak yang bergulung-gulung untuk membawa mayat Firaun dan hulu batangnya ke pantai. Hal itu adatah peringatan kepada umat manusia. Itutah akibat perbuatan orang-orang yang musyrik. []

Sumber: Kisah-kisah teladan anak Muslim/Penerbit: PT Serambi Iilmu Semesta/2007

Artikel Terkait :

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline