Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Cinta Membutakan Rupa

0

Julaibib ra. ialah salah satu sahabat Rasulullah Shalallahu Alahi Wassalam. Jika dilihat dari fisik memang ia tak memiliki rupa yang tampan, Tapi ketahuilah bahwa ia memiliki keimanan yang sangat besar serta semangat jihad yang sangat tinggi, tapi tidak sedikit penduduk Madinah yang memandangnya dengan sebelah mata.

Perawakannya kerdil, kurus, hitam, sangar mukanya, lusuh serta kumuh bajunya, kakinya pun pecah-pecah, miskin harta dan tak berpunya, tak bersuku dan bernasab. Menyedihkan memang kedengarannya, namun Rasulullah sangat mencintai pemuda ini, hingga suatu ketika beliau ingin menikahkannya dengan seorang putri sahabat Anshar.

Maka beliau pun mendatangi rumah sahabat Anshar ini dan berkata, “Nikahkanlah putrimu..”

Mendengar ucapannya, sahabat tadi tanpa berpikir panjang langsung menerima tawaran Rasulullah. Satu kesempatan yang sangat berharga, dan suatu kebanggaan tak temilai ketika menjalin hubungan dengan orang yang paling mulia.

Akan tetapi, beliau menjelaskan, bahwa pinangan ini bukan untuk dirinya.

“Kalau begitu pinangan ini untuk siapa, wahai Rasulullah?” Katanya dengan penuh tanda tanya.

Beliau menjawab, “Untuk Julaibib.”

Dengan penuh kebingungan sahabat itu menjawab, “Baiklah, Ya Rasulullah! Tetapi aku harus bermusyawarah terlebih dahulu dengan istriku.”

Pergilah sahabat ini menemui Istrinya. Terlintas di benaknya, apa kata orang jika putrinya menikah dengan Julaibib ra.? Bagaimana martabat keluarganya?

Read More

Lalu disampaikanlah pinangan tersebut kepada istrinya, ia menjawab, “Iya, aku sangat setuju.”

“Akan tetapi, pinangan itu bukan untuk Rasulullah,” jelas sang suami.

“Lantas untuk siapa pinangan itu?” tanya istrinya penuh keheranan.

“Rasulullah meminangnya untuk Julaibib.” tandasnya.

Istrinya menjawab, “Untuk Julaibib? Tidak, aku tidak setuju. Jangan engkau nikahkan dengannya!”

Namun siapa sangka percakapan mereka didengar oleh putrinya, ketika ayahnya hendak beranjak pergi untuk menolak pinangan Rasulullah, terdengarlah suara dari dalam kamar suara putrinya menjawab dengan tegas, “Apakah kalian hendak menolak perintah Rasulullah? Tidakkah kalian mendengar firman Allah, ‘Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

“Terimalah pinangan itu, karena ia tidak akan menyia-nyia-kanku. Ketahuilah, aku tidak akan menikah kecuali dengan Julaibib!” Jelas putrinya.

Mendengar penuturan putrinya, maka pergilah sahabat itu menghadap Rasulullah Shalallahu Alahi Wassalam. Sesampai di hadapan Rasulullah, ia pun berkata, “Wahai Rasulullah, aku menerima pinanganmu. Nikahkanlah segera putriku dengan Julaibib.”

Begitulah cinta ia membutakan rupa dari Julaibib, ketika itu semua dikalahkan oleh cintanya pada Allah Swt, dan Rasulnya. Seketika itu juga bersemilah cintanya dalam ketaatan dan ketakwaan. Mudah memang jika seorang wanita menjadikan taat dan takwa sebagai landasannya dalam mencintai, sederhana jadinya jika seorang wanita menjadikan Allah dan Rasulnya sebagai cinta yang pertama dan utama. []

Sumber: Jodohmu Dekat, Dia Ada Dalam Dirimu/ Penulis: Agus Ariwibowo & Fidayani/ Penerbit: Quanta

Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More