Jalan Sirah
Meniti Jalan Nabi

Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala Menghidupkan Kembali Semua Makhluk pada Hari Perhitungan

0 3

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman, “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab, “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman, “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman), “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS: Al-Baqarah:260)

Suatu ketika, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam melihat beberapa ekor merpati yang terbang melayang di udara. la lalu termenung. la teringat dengan salah satu kejadian yang telah dikabarkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepadanya. Kejadian itu adalah Yaumul Hisab (Hari Perhitungan). Nabi Ibrahim memikirkan bagaimanakah kelak manusia dan seluruh makhluk hidup yang sudah mati akan dihidupkan lagi jika hari itu tiba. la sangat ingin mengetahui bagaimana caranya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengembalikan kehidupan makhluk-makhluk yang sudah tidak bernyawa.

“Ya Allah,” ucap Ibrahim dalam doranya, “Tunjukkanlah kepadaku bagaimanakah caranya Engkau akan menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Mu yang sudah mati pada Hari Perhitungan nanti.”

Seruan ini lalu dijawab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, “Apakah engkau tidak beriman kepada kekuasaan-Ku, wahai Ibrahim?”

“Aku sungguh beriman kepada-Mu, wahai Tuhan Penguasa Alam. Tapi aku sangat ingin mehhat kekuasaan-Mu dengan mata kepalaku sendiri. Semoga dengan melihat itu semua, aku bisa mendapatkan ketentraman dan ketenangan, dan imandi hatiku menjadi semakin kuat dan kokoh kepada.Mu.”

Alla h Subhanahu wa Ta’ala lalu mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim itu. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada beliau untuk menangkap empat ekor burung. Burung-burung itu harus ia sembelih, kemudian burung-burung itu dipotong-potong sampai berukuran sangat kecil. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam lalu diperintahkan untuk membagI potongan burung itu menjadi empat bagian, lalu setiap bagian potongan itu harus dibawa ke atas empat bukit dan menaruhnya masing-masing di puncak bukit itu.

Meskipun beliau tidak mengerti apa sebenarnya yang akan terjadi, namun semua perintah itu tetap beliau lakukan dengan sepenuh hati. Nabi Ibrahim pun menanti dengan berdebar-debar kejadian apakah yang akan ditunjukkan Aliah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memerintahkan kepada Ibrahim untuk memanggil keempat burung yang telah menjadi potongan-potongan kecil itu. Baru saja ia meIakukan perintah itu, tiba-tiba saja dari keempat pupgak bukit tempatnya menaruh bangkai burung itu terbanglah empat ekor merpati yang bergerak ke arahnya.

Alangkah takjubnya Nabi lbrahim menyaksikan ini. Bukankah merpati-merpati itu telah mati?

Rupanya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berkenan menghidupkan kembali keempat ekor merpati itu. Nabi lbrahim sangat takjub. Berulang kali ia memuji kebesaran Allah atas apa yang telah ia saksikan itu. Akhirnya Nabi Ibrahim dapat menyaksikan sendiri betapa mudahnya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menghidupkan kembali makhluk-makhluk-Nya yang sudah mati. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu? []

Sumber: Kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam: Ayahanda Para Nabi/ Penulis: Abu Haafizh Abdurrahman

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

you're currently offline